Hadapi Era Digital, Jacky Mussry: Bisnis Tak Cukup Hanya Knowledge, Tapi Juga Wisdom
Deputi Chairman MarkPlus, Inc., Jacky Mussry.
Batam - Sistem pasar saat ini sudah sangat berubah mengikuti cepatnya perkembangan jaman. Semua aktivitas terutama pemasaran tidak bisa terlepas dari perkembangan teknologi.
“Orang saat ini lebih punya akses ke informasi dan semua yang kita terangkan saat ini ke publik, sudah kita terangkan sendiri,” kata Deputi Chairman MarkPlus, Inc. Jacky Mussry dalam acara Indonesia Marketeers Festival (IMF) 2019 di Harris Hotel Batam Center, Selasa (25/6/2019).
Menurut Jacky, mudahnya penyebarluasan informasi saat ini, harus dimanfatkan oleh entrepreneur karena Asean diuntungkan dengan kebijakan single market.
“Asean sekarang single market, dengan pasar yang cukup besar. Dan Indonesia itu setengah dari Asean, sehingga sebenarnnya memiliki pasar sendiri,” ujar adik pengusaha Irwan Mussry ini.
Keuntungan yang dimiliki saat ini, tentu tidak bisa terus diselesaikan dengan cara lama karena pengaruh perubahan teknologi. Bisnis saat ini terus bergerak dan berinovasi.
“Saat ini kita tidak bisa mengandalkan knowledge (ilmu pengetahuan) saja. Tetapi perlu mengandalkan wisdom (kebijaksanaan) juga. Jadi untuk menjalankan usaha saat ini perlu menyeimbangkan keduanya,” ujarnya.
Menurut Jacky, ada tiga tahapan dalam usaha wirausaha yaitu Get, Keep dan Grow. Dia menilai pengusaha di Indonesia saat ini sering terjebak pada satu tahapan saja.
“Selama ini kita sering hanya get saja tapi tidak keep, kadang kita keep tapi kita tidak grow. Dan itu yang dilakukan oleh Tiongkok, mereka sudah melakukan ketiganya. Saya pernah ke Bandung ada sama-sama menjual kaos. Namun, harga retailnya Tiongkok lebih murah dari harga bahan pokok kita. Selama ini orang jualan baru harga produksinya saja sudah tidak bisa dijual,” paparnya.
Terkait acara IMF 2019, Jacky mengatakan akan fokus pada bagaimana sharing sales promotion kepada peserta. “Fokus kita sekarang harus ke result (hasil), dan dampaknya ke pengusaha tentu,” ucapnya.
Menurutnya, kunci utama dari pemasaran era sekarang adalah, langsung memiliki target yang jelas, dan inovasi untuk menghasilkan pemasukan yang meningkat.
“Secara agregat ketika penghasilan naik, negara juga ikut naik. Harapannya kita meningkatkan (sisi) kompetitif Indonesia,” jelasnya.
Dalam IMF ketujuh ini , Batam terpilih menjadi kota kedua setelah Balikpapan dalam roadshow IMF di 17 kota di Indonesia dengan tema Sales Promotion Breaktrough : 5 Gebrakan Penjualan 2019 - Sales Naik, Brand Apik.
Acara ini merupakan sharing penjualan yang dipengaruhi oleh perubahan teknologi dan Batam dipilih sebagai kota kedua karena sebagai wilayah perbatasan yang sangat dekat dengan negara maju.
“Batam paling deket dengan Singapura jadi kita punya tanggung jawab untuk memajukan Batam juga, jadi kita perlu share pengetahuan ke Batam,” pungkasnya.
(das)

Komentar Via Facebook :