Kronologi Penelantaran 38 Peserta Pesparawi Kepri Hingga Viral Nyanyi di Bandara Soetta
Meski gagal terbang ke Manokwari, kontingen Paduan Suara Wanita Kepri tetap melantunkan lagu-lagu rohani di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (26/6). Suara merdu mereka menjadi pelipur lara di tengah kekecewaan usai diduga ditipu panitia Pesparawi.
Batam, Batamnews – Sebuah momen haru sekaligus mengecewakan terjadi di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jumat, 26 Juni 2026. Rombongan Paduan Suara Wanita asal Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang sedianya bertolak ke Manokwari, Papua Barat, untuk mengikuti Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV, justru terkatung-katung di bandara.
Mereka diduga menjadi korban penipuan oleh panitia pelaksana yang gagal memberangkatkan mereka.
Padahal, ajang bergengsi yang diikuti lebih dari 6.200 peserta dari 38 provinsi itu telah resmi dibuka sejak 18 Juni dan akan berlangsung hingga 28 Juni 2026. Namun, hingga hari kelima pelaksanaan, kontingen Kepri belum juga tiba di lokasi.
Baca juga: KSOP Batam Bantah Tongkang Granit Ditolak Singapura, Kapal Tenggelam di Batuampar Saat Antre Sandar
Ketua Tim Peserta asal Tanjungpinang, Lia Ukur, mengungkapkan kekecewaan mendalam. Menurutnya, rombongan telah melalui seleksi ketat dan latihan intensif berbulan-bulan. Bahkan, total anggaran yang dikucurkan Provinsi Kepri untuk seluruh kontingen disebut mencapai Rp 1,8 miliar.
"Kami sudah berjuang keras. Kami berangkat dari Batam sejak Rabu, 24 Juni 2026 sesuai arahan panitia. Sesampai di Jakarta, kami justru ditelantarkan tanpa kejelasan tiket lanjutan ke Manokwari," ujar Lia dengan nada getir.
Masalah bermula saat proses check-in di Bandara Soekarno-Hatta. Data penerbangan rute Batam-Jakarta-Manokwari yang dikelola melalui Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Kepri dan agen travel tidak ditemukan.
Maskapai menyatakan kode booking tidak valid atau berstatus unpaid (belum dibayar). Meski sempat muncul janji dan sebagian kode booking untuk rute awal diberikan, tiket lanjutan tak kunjung terealisasi hingga batas waktu check-in ditutup.
Di tengah situasi pelik dan mimpi yang kandas, kontingen yang terdiri dari para ibu-ibu ini memilih untuk tetap menebarkan semangat. Mereka pun menyanyikan lagu-lagu rohani yang telah dipersiapkan di sudut Terminal 3.
Suara merdu mereka menggema di tengah hiruk-pikuk penumpang, menjadi tontonan menarik sekaligus penghiburan bagi diri sendiri.
Momen tersebut terekam dan diunggah ke media sosial. Dalam salah satu unggahan, akun tersebut menulis: "AKIBAT DITIPU PANITIA BODONG.. PESERTA PESPARAWI PADUAN SUARA WANITA ASAL KEPULAUAN RIAU Berhenti di Bandara Soekarno Hatta. Mereka tampil dengan Memukau disaksikan oleh para penumpang Pesawat hari itu."
Video tersebut langsung viral dan menuai simpati luas dari publik yang mengecam tindakan panitia.
Paduan Suara Wanita Tanjungpinang ini sebenarnya merupakan debut mereka di tingkat nasional setelah sukses di seleksi provinsi. Kepri mengirimkan tiga kategori ke ajang nasional, yakni Pria, Anak-anak, dan Wanita. Namun, nasib nahas menimpa rombongan wanita yang seharusnya menjadi kebanggaan daerah.
Baca juga: Wabup Bintan Terima Bantuan CSR Rp200 Juta dari Bank BNI untuk Fasilitas Pelabuhan Bulang Linggi
Pesparawi Nasional XIV mengusung tema “Aku Hendak Memuji TUHAN Pada Segala Waktu” (Mazmur 34:2a) dengan sub tema “Puji-Pujian Membawa Perdamaian dan Persaudaraan di Tanah Papua”. Acara yang dibuka langsung oleh Wakil Presiden RI ini tidak hanya berisi kompetisi, tetapi juga pawai budaya dan kegiatan pembinaan iman.
Sebelum kejadian ini, Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, secara resmi melepas kontingen di Golden Prawn, Batam, pada Selasa, 16 Juni 2026. Kini, para peserta yang dilepas dengan penuh kebanggaan itu justru harus berakhir di ruang tunggu bandara dengan seribu tanya.
Hingga berita ini diturunkan, panitia pelaksana maupun pihak LPPD Kepri belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan penipuan dan nasib rombongan yang masih tertahan di Jakarta.

Komentar Via Facebook :