Bocah Tewas di Kolam Galian, Kapolresta Barelang Sesalkan Pengawasan Orangtua
Kolam bekas galian di Sei Temiang TKP tenggelamnya tiga bocah setempat. (Foto: Batamnews)
Batam - Tewasnya tiga anak-anak di kolam bekas galian Sei Temiang diselidiki polisi. Namun kecil kemungkinan, akan ada pihak yang menjadi tersangka dalam kasus ini.
Kapolresta Barelang, Kombes Pol Hengki mengatakan, pihaknya menganalisa jika hal itu merupakan kelalaian orangtua yang kurang mengawasi anak-anak mereka bermain.
Menurutnya tidak bisa serta merta polisi bisa menyeret pemilik lahan atau pihak yang punya proyek galian atas kasus ini.
“Kita memang masih lakukan penyelidikan lewat Polsek Sekupang. (Soal kejadian) itukan (masalahnya) terkait pengawasan orangtua,” jelasnya di Mapolresta Barelang, Selasa (25/6/2019).
Pihaknya hanya mengimbau agar para yang memiliki lahan yang ada kolam bekas galian ataupun genangan air yang berbahaya, agar dapat memberi batas. “Atau peringatan , tidak boleh digunakan sembarangan oleh masyarakat, harus dibuat begitu,” katanya.
Selain itu, Ia juga meminta Pemerintah Kota Batam dan Badan Pengusahaan (BP) Batam yang memiliki hak pengelolaan lahan (HPL) dapat melakukan tindakan kepada pemilik lahan atau kontraktor yang mengabaikan keselamatan warga.
“Kolam bekas galian harus ditutup, Pemko Batam dan BP Batam yang mengingatkan,” ujarnya.
(ret)
Komentar Via Facebook :