Pemko Batam Tambah Rombel Atasi Polemik PPDB, Udin Sihaloho: Solusi Cara Lama

Sekretaris Komisi IV DPRD Batam Udin P. Sihaloho.

Batam - Pemerintah Kota Batam mengambil langkah menambah rombongan belajar (rombel) di setiap sekolah, sebagai upaya untuk mengatasi polemik dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2019-2020.

Namun ini, langkah Pemko Batam ini dinilai bukanlah sebagai solusi inovatif untuk mengatasi permasalahan oleh Sekretaris Komisi IV DPRD Batam Udin P. Sihaloho.

Menurut politikus PDI Perjuangan ini, langkah Pemko Batam tersebut memang sudah sewajarnya seperti itu.

"Dari dulu yang saya tahu (jumlah) siswa-siswi total per rombel memang 40. Kalau dibilang ini solusi saya rasa nggak juga karena dari dulu memang menerapkan sistem yang demikian," kata Udin, Senin (17/6/2019)

Artinya masalah yang timbul dari kebijakan PPDB yang saat ini diterapkan, kembali membutuhkan jalan keluar dengan cara yang lama. 

"Cuma untuk yang sekarang sudah terbuka artinya transparan lah, yang sebelum satu rombel 32 dan ditambah 40 ya itulah keterbukaan itu tadi. Dan memang ini mungkin solusi untuk mengatasi problem kita di PPDB saat ini, karena siswa yang jarak (rumah)nya di atas 1000 meter tetap tertampung. Tapi tetap mengutamakan masyarakat sekitar juga," ujarnya. 

Penambahan rombel ini juga dinilai bukanlah permasalahan yang mudah karena akan berhubungan terhadap anggaran dalam bidang pendidikan. 

"Dengan adanya rombel ini bisa saja terjadi penambahan anggaran tentunya dengan harapan adanya satu perbaikan, baik terhadap mutu pendidikan maupun akreditasi sekolah itu," ucapnya. 

Namun tentunya walaupun sistem zonasi memiliki kekurangan terhadap daya tampung siswa, namun sistem ini memiliki keunggulan dengan menghapuskan strata atau tingkatan dari setiap sekolah. 

"Kita kan sudah sepakat tidak ada sekolah unggulan. Nah dengan adanya sistem zonasi inikan kita ada plus minus, mislnlya sekolah yang dulunya unggul citranya tetap menjadi sekolah favorit anak-anak kita," jelasnya. 

Untuk menyetarakan kualitas dari setiap sekolah, tentunya membutuhkan peningkatan dari sekolah maupun tenaga pendidiknya. 

"Untuk menyangkut kualitas, ini sebenarnya tergantung pada metode kepemimpinan kepala sekolah, pengajar atau pendidiknya," tuturnya. 

Peningkatan kualitas atau penyetaraan kualitas antarsekolah setidaknya bisa ditempuh salah satunya, dengan pemberian pelatihan kepada tenaga pendidik.

"Kita harapkan juga ada pelatihan-pelatihan untuk guru, agar wawasannya bertambah, dan guru berprestasi juga perlu dikasih reward, dan yang malas juga dikasih punishment, intinya yang kita harapakn kualitas tetap kami tingkatkan," pungkasnya. 

(das)