DPRD Kepri Minta PPDB SMA Tak Hanya Lewat Jalur Online

Ilustrasi

Tanjungpinang - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepri mengingatkan agar Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA tidak hanya menggunakan sistem dalam jaringan (daring).

Ketua Komisi IV DPRD Kepri, Teddy Jun Askara di Tanjungpinang, Rabu (12/6/2019) menuturkan, Dinas Pendidikan harus mempertimbangkan kesiapan perangkat dalam sistem PPDB SMA tahun ini secara daring.

Selain itu, Disdik Kepri perlu menyiapkan strategi lain agar tidak menghambat pendaftaran siswa baru.

"Jika tidak siap, dan tidak dapat memastikan sistem daring berjalan mulus, maka harus siapkan opsi lain. Contohnya, pendaftaran siswa baru dapat dilakukan di sekolah," ujarnya.

Politisi Partai Golkar itu mengaku sudah membahas permasalahan tersebut berulang kali dengan Disdik Kepri. Semestinya hasil evaluasi, dan catatan DPRD Kepri dilaksanakan Disdik Kepri.

Tedy mengaku tidak ingin lagi melihat sistem PPDB secara daring menyusahkan orang tua siswa yang ingin mendaftarkan putra-putrinya, seperti yang terjadi tahun 2018. Akibat ketidakmampuan server, orang tua siswa menjadi kecewa dan mengeluh karena tidak dapat mendaftarkan anak-anaknya melalui daring.

"Semestinya Disdik Kepri memberi opsi lain agar mereka dapat mendaftar secara manual. Tahun lalu sudah kacau balau, jangan terulang lagi tahun ini. Ini menjadi catatan penting bagi Disdik Kepri," tegasnya.

Ia menuturkan, petugas PPDB juga sebaiknya berada di sekolah saat pelaksanaan pendaftaran siswa baru. Kehadiran mereka harus memberi kemudahan kepada para orang tua maupun siswa baru yang mendaftar. 

(*)


Berita Terkait