KSOP Karimun Pantau Arus Balik Hingga H+15 Lebaran

Kepala KSOP Kelas I Tanjungbalai Karimun, Junaidi memberikan keterangan seputar jumlah penumpang dalam arus mudik dan arus balik lebaran 2019.

Karimun - Jumlah penumpang pada arus mudik di Pelabuhan Karimun menurun dibanding pada tahun sebelumnya. Padahal, Karimun merupakan salah satu tempat yang memiliki penumpang moda transportasi laut terbanyak kedua di Indonesia saat mudik tahun ini.

"Tapi melihat dari data, ada kecenderungan sampai H+15 atau tanggal 21 Juni kemungkinan penurunan," kata Kepala KSOP Kelas I Tanjungbalai Karimun, Junaidi.

Selama arus mudik tahun ini,  Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjungbalai Karimun selalu mendata jumlah penumpang yang naik atau turun di pelabuhan yang menjadi wewenangnya.

Karimun, masih menjadi jalur arus mudik dengan penumpang terbanyak kedua, dari 51 pelabuhan angkutan laut di Indonesia. Sementara, untuk rata-rata jumlah penumpang per harinya, tercatat sekitar 72,98 persen pada H+2.

Lanjut Junaidi, arus mudik terpadat terjadi pada H-4, dengan total penumpang sebanyak 16.769 orang. Sementara untuk arus balik yang terpadat terjadi pada H+2 yakni sebanyak 24.763 penumpang.

"Prediksi kita untuk puncak arus balik memang H+2. Tapi kita tetap pantau sampai H+15," kata Junaidi.

KSOP Kelas I Tanjungbalai Karimun, menaungi 10 pelabuhan di Karimun. Namun, untuk pelabuhan terpadat yaitu pelabuhan domestik dan pelabuhan Sri Tanjung Gelam (KPK) dan Tanjungbatu.

Sejauh ini, seluruh aktivitas pelayaran rute Tanjungbalai Karimun masih dalam keadaan baik. Meskipun beberapa waktu lalu sempat terjadi penundaan karena faktor cuaca, namun secara keseluruhan pelayaran berjalan aman.

"Untuk armada sebenarnya sudah cukup jika melihat jumlah penumpang. Kalau kemarin memang ada sedikit keterlambatan karena faktor cuaca," ujar Junaidi.

(aha)