https://www.batamnews.co.id

Ekonomi Kepri Triwulan II 2019 Diperkirakan Tumbuh 4,9-5,3 Persen

Ilustrasi.

Batam - Perekonomian Kepulauan Riau pada triwulan II-2019 diperkirakan meningkat mencapai kisaran 4,9 persen - 5,3 persen. 

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan disumbang oleh konsumsi rumah tangga yang diperkirakan dapat terus meningkat seiring dengan membaiknya tingkat pendapatan, terjaganya daya beli, dan membaiknya tingkat keyakinan konsumen. 

"Investasi diperkirakan kembali meningkat pada triwulan II 2019 terutama mulai pertengahan triwulan, seiring kepastian hasil Pemilu Presiden yang mengurangi sikap wait and see," ujar Kepala Kantor Bank Indonesia (BI) Kepri, Fajar Majardi, Jumat (24/5/2019). 

Kemudian dari sisi lapangan usaha, perkembangan ini akan mendorong sektor-sektor utama Kepri yaitu konstruksi dan pedagangan.

Sedangkan pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepri pada triwulan I 2019 mencapai 4,76 persen, angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan IV 2018 sebesar 5,48 persen. 

Meskipun tercatat melambat, kinerja perekonomian ini masih mengindikasikan momentum pertumbuhan ekonomi Kepri yang tetap terjaga dalam fase peningkatan sejak pertengahan tahun 2017. 

"Pertumbuhan yang melambat tidak terlepas dari pengaruh perilaku wait and see serta dampak dari perlambatan pertumbuhan ekonomi global," katanya. 

Dari sisi permintaan, perlambatan pertumbuhan ekonomi triwulan I 2019 dipicu oleh penurunan kinerja ekspor dan perlambatan investasi, sementara kinerja konsumsi tetap tumbuh meningkat. 

Ekspor luar negeri mengalami kontraksi sebesar 5,96 persen sejalan dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi global, terutama penurunan permintaan dari Singapore terhadap komoditas ekspor utama Kepri. 

Perkembangan ini turut berpengaruh pada perlambatan kegiatan investasi triwulan I 2019, disamping adanya pengaruh sikap wait and see menjelang Pemilu 2019. Investasi tercatat hanya tumbuh 0,67 persen, lebih rendah dibandingkan triwulan IV 2018 yang tercatat 10,23 persen. 

Sejalan dengan perkembangan tersebut, impor mengalami kontraksi terutama pada bahan baku dan barang modal sehingga tercatat tumbuh negatif 26,82 persen.

Sementara itu, kinerja konsumsi mengalami perbaikan dengan konsumsi rumah tangga yang tercatat meningkat mencapai 5,04 persen, dibandingkan triwulan lalu yang tumbuh sebesar 4,57 persen. 

“Dari sisi lapangan usaha (LU), perlambatan ekonomi triwulan I 2019 terjadi pada sektor konstruksi dan perdagangan, sementara pertambangan dan industri pengolahan tumbuh meningkat,” kata dia.

(ret)