Soal Kenaikan PPJU, PLN Batam: Kami Hanya Jalankan Aturan Pemerintah

Soal Kenaikan PPJU, PLN Batam: Kami Hanya Jalankan Aturan Pemerintah

Direktur Utama PLN Batam Dadan Kurniadipura.

Batam - Kenaikan Pajak Penerangan Jalan Umum (PPJU) di Batam belum diberlakukan. Rencananya, kenaikan PPJU ini akan diterapkan pada awal April 2019.

Namun sejumlah pihak, termasuk pemerintah kota selaku regulator, meminta penundaan kenaikan PPJU ini. Alasan penundaan pun beragam.

Menyikapi hal ini, Direktur Utama PLN Batam Dadan Kurniadipura memilih untuk irit komentar. Sebagai pelaksana penyaluran energi penerangan, Dadan menyebut pihaknya hanya menjalankan aturan pemerintah.

"Saya di sini juga cuma diperintah oleh Pemerintah Daerah (Pemda). Tapi dengan kondisi saat ini kita tidak tahu bagaimana kondisi di pemdanya," kata Dadan, Senin (1/4/2019) lalu.

Namun walaupun terdapat banyak kendala dalam penerapan kenaikan tarif PPJU, PLN Batam tetap melakukan koordinasi dengan baik bersama pemerintah

Dia juga menyampaikan  PLN Batam tidak mau dengan kenaikan tarif itu jangan sampai terkesan tagihan listrik dari PLN yang naik.

Sebelumnya, Wali Kota HM Rudi menyampaikan alasan penundaan kenaikan PPJU ini. Biaya revisi perda yang mahal, menjadi salah satu alasan penundaan ini.

Baca: Mahalnya Revisi Perda Alasan Rudi Minta Tunda Kenaikan PPJU

Rudi mengatakan penundaan penerapan pajak ini akan dibahas lagi bersama dengan DPRD Kota Batam. 

"Sebenarnya ditunda juga tidak masalah itu," ujar Rudi di Kantor Wali Kota Batam, Jumat (29/3/2019). 

Pilihan ini diambil karena untuk merevisi Perda nomor 7 tahun 2017 tentang Pajak Daerah membutuhkan biaya yang cukup besar. Seperti diketahui revisi perda setidaknya menganggarkan biaya Rp 300-400 juta. 

"Saran saya ditunda, daripada direvisi," kata dia. 

Baca: Legislatif Belum Beri Lampu Hijau Penundaan Kenaikan PPJU

Namun Rudi belum dapat menyebutkan kapan kenaikan PPJU ini ditunda. Menurutnya jika perekonomian mulai membaik, maka dapat segera diterapkan. 

"Kalau bulan depan ekonomi mulai membaik, tinggal dijalankan saja," sebutnya. 

Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Batam, Raja Azmansyah kenaikan tarif PPJU  bervariatif, untuk perumahan hanya naik satu persen dari yang sebelumnya 6 persen akan naik menjadi 7 persen. Sedangkan untuk bisnis akan naik dua persen dari 6 persen menjadi 8 persen. 

"Kemudian, untuk fasilitas umum dan fasilitas sosial tidak mengalami kenaikan atau tetap 6 persen," ujar Azman beberapa waktu lalu. 

(das)