https://www.batamnews.co.id

Anwar Diperiksa Gakkumdu Terkait Kampanye Oknum ASN

Anwar Anas usai diperiksa sebagai saksi atas laporan yang ia masukkan ke Gakkumdu terkait pelanggaran kampanye oleh oknum ASN di Batam. (Foto: Johannes Saragih/Batamnews).

Batam - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Batam memintai keterangan Anwar Annas terkait laporan pelanggaran kampanye yang ia masukkan. Anwar melaporkan seorang oknum ASN yang terindikasi melakukan pelanggaran kampanye ke Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu).

Pemeriksaan Anwar sebagai saksi dilakukan Senin (18/3/2019). Ia didampingi penasehat hukumnya, Amir Ahmad. Pemeriksaan tersebut berlangsung selama 30 menit.

Anwar, yang juga seorang Caleg dari Gerindra mengatakan itu pertama kalinya ia dimintai keterangan sebagai saksi. Anwar mengakui siap memberikan keterangan lanjutan jika diperlukan.

"Tadi di dalam, hanya diberi pertanyaan umum saja sih. Saya tidak tahu persis kelanjutannya, tapi saat ditanya, saya tetap bersedia jika dimintai keterangan oleh Bawaslu untuk melengkapi keterangan saya," ungkapnya.

Dalam pemeriksaan tersebut, Anwar menyebutkan ia mendapat informasi dari rekaman video di media. Dua jurnalis yang mendapat fakta pertama di lapangan juga akan diperiksa oleh Gakkumdu sebagai saksi.

"Karena saya hanya mendapat informasi dari media, jadi ada dua media yang saya ajukan ke Bawaslu untuk menjadi saksi," ucapnya.

Laporan ke Bawaslu terkait pelanggaran kampanye oleh oknum ASN berinisial IT itu berdasar analisa dari visualisasi video. Anwar mengatakan pemeriksaan ini sudah cukup lambat, ia menekankan Bawaslu untuk bisa bergerak cepat.

"Kita punya waktu kerja 14 hari dan ini sudah hari ke 12, kami menekankan kepada bawaslu untuk memberikan hasil pada waktu yang sudah ditentukan," tutupnya.

Sebelumnya, pelanggaran kampanye oleh seorang ASN berinisial IT itu terekam dalam sebuah video di kawasan Sei Beduk.

Ketua Bawaslu Batam, Syailendra Reza mengatakan pihaknya membahas masalah ini dalam rapat pleno. Pihaknya juga sudah melakukan investigasi.

"Dari video itu, kita lihat cuma dua orang yang ada, kita sudah tonton videonya berdurasi sekitar 2 menit, pada intinya tidak banyak yang dibicarakan. Ada pembicaraan tertentu. Setelah itu video itu selesai," ujarnya beberapa waktu lalu.

Di video itu hanya terlihat dua orang semacam panelis, salah satunya IT yang merupakan oknum ASN. Video itu hanya terarah ke depan, kendati mereka berbicara kepada publik dalam sebuah forum keagamaan di ruangan itu. Ada ajakan untuk memilih caleg tertentu yang dilontarkan Anwar.

(das)