Musim Kemarau, Syahrul: Air PDAM Tak Bisa Diharapkan
Wali Kota Tanjungpinang Syahrul.
Tanjungpinang - Krisis air bersih melanda Tanjungpinang seiring dengan datangnya musim kemarau. Kondisi ini dialami hampir seluruh warga, termasuk Wali Kota Syahrul.
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kepri yang menjadi tumpuan warga Tanjungpinang pun tak bisa diharapkan.
"Di PDAM itu tak bisa kita harapkan, untuk mengajukan pelanggan daftar tunggu saja mungkin sampai 2.000. Saya juga pelanggan PDAM kadang keluar kadang tidak airnya," kata Syahrul, Rabu (6/3/2019).
Upaya alternatif untuk mengatasi krisis air dilontarkan orang nomor satu di Tanjungpinang ini. Salah satu cara adalah membuat sumur bor, tapi tentunya untuk membikin sumur bor itu dilakukan peninjauan kondisi lahannya.
"Kalau bikin sumur bor ditinjau dulu daerahnya memungkinkan tidak, siapa pemilik lahannya dan segala macam. Tapi biasanya kita dapat jatah dari pemerintah pusat untuk sumur bor itu," jelasnya.
Sementara itu, untuk masyarakat Tanjungpinang ekonomi lemah membutuhkan air bersih, pihaknya menyarankan mengajukan Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman, Kebersihan dan Pertamanan Tanjungpinang.
"Biasanya gitu, di daerah Tanjung Unggat kalau kekurangan air kita suplai. Kalau untuk masyarakat kita yang ekonominya lemah datang ke Dinas Perkim nanti kita suplai," ujarnya.
(adi)

Komentar Via Facebook :