Partisipan Pemilu di Pulau Lingka Rendah, Bawaslu Sosialisasi Hingga Gereja

Partisipan Pemilu di Pulau Lingka Rendah, Bawaslu Sosialisasi Hingga Gereja

Sosialisasi dilakukan Bawaslu di Gereja GPIB Pulau Lingka, Kecamatan Kasu, Kecamatan Belakang Padang, Minggu (17/2/2019). (Foto: Yude/Batamnews)

Batam - Bawaslu Kota Batam melakukan sosialisasi terkait Pemilu di Gereja Presbiterian di Indonesia Imanuel Batam (GPIB) Pospelkes Sofa Fide, Pulau Lingka, Kelurahan Kasu, Kecamatan Belakang Padang, Minggu (17/02/2019).

Mereka menjelaskan tentang tata cara memeriksa Daftar Pemilih Tetap (DPT), warna kertas suara, menjabarkan peran dan fungsi legislatif bagi masyarakat, serta pengenalan calon presiden dan wakil presiden.

Komisioner Bawaslu Batam Mangihut Rajagukguk mengatakan, pihaknya selalu salah satu penyelenggara pemilu  berkewajiban untuk menyosialisasikan serta memberian edukasi kepada masyarakat.

"Masyarakat di sini mayoritas tidak bisa membaca dan menulis. Tentu perlu mendapatkan sosialisasi pemilu. Selain itu pemilu serentak tahun ini juga memiliki format yang berbeda dengan pemilu sebelumnya, dan juga agar orientasi politik masyarakat tidak pragmatis yang hal itu tentu mencederai demokrasi kita,” ujarnya.

Mangihut juga mengajak masyarakat yang hadir untuk memilih dengan cerdas dan menolak segala bentuk pemberian barang atau uang saat kampanye caleg.

“Sebab hal tersebut dilarang Undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang pemilu. Ini menjadi tugas penyelenggara pemilu agar partisipasi masyarakat tinggi dan memilih dengan cerdas," tegasnya.

Sosialisasi tersebut terlaksana karena Bawaslu Batam menerima laporan dari Pendeta Boydo Hutagalung Gembala sidang GPIB Pulau Lingka. Pendeta Boydo menerangkan, bahwa perlu adanya  pemahaman kepada masyarakat agar tidak golput dan pragmatis dalam pemilu yang sebentar lagi akan di laksanakan.

Di sisi lain, sosialisasi di Pulau Lingka juga dilakukan karena tingginya angka golput pada pemilu 2014 lalu di daerah tersebut.

“Hal itu dikarenakan banyak warga yang merasa para caleg hanya memberikan janji dan tidak memperhatikan aspirasi masyarakat Pulau Lingka," sambung Pendeta Boydo.

Salah satu jemaat GPIB Pulau  Kubung, Alan mengatakan, besar harapannya agar para caleg yang sudah terpilih merealisasikan janji kampanyenya.

“Kami berharap agar para caleg yang nantinya terpilih agar dapat memperhatikan dan mendengarkan aspirasi kami, serta peduli terhadap masyarakat pesisir. Tidak hanya obral janji saja," ucapnya.

(ude)