Pemerintah Suntik Anggaran Lanskap Air Mancur Menari di Kijang

Air mancur menari di Kijang, Bintan. (Foto: Ari/batamnews)

Bintan - Proyek air mancur menari yang dikerjakan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Bintan melalui APBD Bintan 2018 sebesar Rp 12 miliar di Kota Kijang, Kecamatan Bintan Timur akan dioperasikan 2 kali dalam sepekan.

Sebab untuk sekali pengoperasian, proyek yang mengkombinasikan alat-alat canggih buatan Taiwan dan Malang, Indonesia mampu menelan anggaran jutaan rupiah.

Kepala Dinas Perkim Bintan, Juni Rianto mengatakan warga menginginkan air mancur menari itu dioperasikan setiap malam. Karena proyek yang didirikan di kolam eks pencucian biji bauksit milik PT Antam tersebut memberikan keuntungan bagi semuanya.

"Warga minta hidup terus setiap malam sehingga mereka bisa berkumpul di sana menikmati indahnya air mancur itu. Bahkan banyak pedagang yang diuntungkan dengan keberadaan proyek itu," ujar Juni, kemarin.

Perkim, kata Juni, menginginkan hal yang sama namun pihaknya terkendala dengan dana operasional pengoperasian air mancur tersebut.

Bahkan proyek yang telah menelan APBD 2018 sebesar Rp 12 miliar itu belum sepenuhnya selesai. Karena masih membutuhkan dana sebesar Rp 3,5 miliar lagi untuk menyempurnakan lanskapnya.

"Jadi dioperasikan setiap malam Sabtu dan malam Minggu saja. Sambil beroperasi, kami sudah usulkan untuk lanskap proyek itu di APBD 2019 ini sebesar Rp 3,5 miliar," ucapnya. 

(ary)