Teknisi Wifi Tewas Kesetrum, PLN Tanjunguban: Harusnya Ada Koordinasi

Ilustrasi

Bintan - Insiden tersetrum listrik yang menewaskan seorang pekerja Subcon Telkomsel di Tanjunguban, Kabupaten Bintan menjadi sorotan PLN.

Unit Layanan Pelanggan (ULP) PT PLN Rayon Tanjunguban mengimbau agar seluruh pihak berkoordinasi terlebih dahulu sebelum melakukan aktivitas yang berhubungan dengan jaringan listrik.

Manager ULP PLN Tanjunguban, Adi Widoyoko mengatakan pihak PLN akan memberikan pelayanan berupa pengawasan keselamatan. PLN menurutnya memperhatikan keamanan kepada pihak lain saat melaksanakan segala aktivitas yang berhubungan dengan jaringan kelistrikan.

Baca juga: Kesetrum Pasang Kabel Wifi, Pria di Bintan Tewas

"Segala aktivitas yang mendekati jaringan instalasi PLN mohon dikoordinasikan dengan kita. Baik itu pemasangan tiang wifi, fiber optic maupun lainnya. Dengan begitu kami bisa awasi selama beraktifitas," ujar Adi, kemarin.

Melalui koordinasi, kata Adi, bisa mengantisipasi agar tidak terjadi kembali hal-hal yang tak diinginkan. Seperti insiden teknisi instalasi jaringan Telkom dalam pemasangan tiang wifi yang tersengat aliran listrik tegangan tinggi di Kecamatan Bintan Utara (Binut) semalam sore.

Jaringan listrik milik PLN ini memiliki resiko yang sangat tinggi apabila tersentuh. Bahkan bisa menyebabkan fatal bagi seseorang atau kematian. Sebab jaringan itu memiliki tegangan 20 kv atau setara 20.000 volt.

"Tegangan listrik jaringan PLN itu sangat tinggi dan sangat fatal serta bahaya. Bahkan resiko kehilangan nyawa sangat besar. Jadi marilah kita bersama-sama jaga keselamatan dalam hal kelistrikan," ucapnya.

Seperti dberitakan sebelumnya,  seorang teknisi di PT Atlanthic Intr Access (Subcon PT Telkomsel), Aqso alias Linkin tewas tersengat listrik tegangan tinggi saat memasang tiang untuk kabel wifi di Jalan Bakti Praja Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara (Binut), Selasa (29/1/2019) sekira pukul 16.00 WIB.

Informasi di lapangan, Aqso memasang tiang sepanjang sekitar 6 meteran untuk kabel wifi bersama 4 rekan lainnya yaitu, Romi, Firman, Alex, dan Dedy.

Ketika tiang itu berdiri, mereka pun tersentuh kabel listrik tegangan tinggi. Akhirnya ke lima orang tersebut tersengat listrik namun satu dari lima orang itu tewas sedangkan empat lainnya mengalami luka bakar.

(ary)