Kebijakan Bagasi Berbayar Bikin Pendapatan Porter Bandara Hang Nadim Menurun

Bandara Hang Nadim, Batam.

Batam - Meski baru sehari diterapkan, namun kebijakan bagasi berbayar oleh maskapai penerbangan sudah memunculkan imbas secara ekonomi.

Hal ini sangat dirasakan oleh para pelaku jasa angkat barang (porter) di Bandara Hang Nadim, Batam. Sejumlah porter mengaku pendapatannya menurun drastis.

Seperti diungkapkan Ujang, salah satu porter di bandara tersebut, kebijakan bagasi berbayar sudah pasti membuat penumpang mengurangi volume barang bawaannya.

Dari pengamatannya hingga Selasa (21/1/2019) siang, tak banyak penumpang yang membawa barang, sebagaimana sebelum kebijakan bagasi berbayar itu diterapkan.

"Hari ini belum masuk uang untuk kami pegang dan kami anak anak dan istri bakalan kesusahan kalau sudah seperti ini," keluh Ujang sambil menarik napas panjang.

Ujang mengaku, saat kebijakan penumpang masih mendapatkan bagasi gratis hingga 20 kilogram, biasanya sebelum siang dia sudah mengantongi hasil jasa angkut barang.

"Jumlahnya tak bisa saya sebut, tapi lumayan lah," imbuh dia.

Tak hanya Ujang, dirinya juga menyebut rekan-rekannya mengalami nasib yang sama. 

"Coba Abang lihat di sana, banyak teman-teman saya duduk menganggur, " ujarnya sedikit sedih.

Selama ini, penopang utama dari para porter, menurut Ujang adalah penumpang maskapai Lion Air. Hal itu cukup beralasan, mengingat maskapai berlogo singa ini memiliki trayek penerbangan dari dan ke Batam dibandingkan dengan maskapai lain.

Meski maskapai lain belum menerapkan kebijakan bagasi berbayar seperti Lion Air, namun hal itu tak bisa mendongkrak pendapatan para porter ini.

"Penumpang Lion Air sangat banyak karena itu mata pencaharian yang besar karena semua lapisan masyarakat dan rute dikuasai oleh perusahaan tersebut," pungkasnya.

(jim)