Kronologis Pencurian Uang Ratusan Juta di Mobil Kepsek SMA 1 Batam

Kronologis Pencurian Uang Ratusan Juta di Mobil Kepsek SMA 1 Batam

Mobil milik Kepsek SMA 1 Batam yang dibobol maling masih berada di Mapolsek Sekupang sebagai barang bukti. (Foto: Yogi/Batamnews)

Batam - Polisi terus memburu pelaku pecah kaca mobil milik Kepsek SMA 1 Batam. Diduga pelaku berjumlah dua orang. Mereka menggondol uang ratusan juta dari dalam mobil.

Kejadian berawal ketika Kepala Sekolah SMA 1 Batam Muhammad Chaidir mengambil dana BOS di Kantor BNI, Kampung Utama, Lubuk Baja, Jumat (21/12/2018).

Sampai di sekolah sekitar pukul 11.00 WIB siang, Chaidir menyimpan uang tersebut sebanyak Rp 50 juta.

Sisanya ia bawa di dalam mobil Rush pribadinya BP 1515 CH. Uang tersebut diletakan Chaidir di bawah tempat duduk bagian depan.

Menjelang siang, Chaidir pergi membawa uang tersebut dengan mobilnya ke Masjid At Taqwa. Untuk melaksanakan salat jumat berjamaah.

Mobil diparkirkan Chaidir di dalam perkarangan masjid yang paling ujung. "Padahal mobil sudah paling ujung diparkirkan korban," kata Kapolsek Sekupang, Kompol Oji Fahrozi.

Chaidir menunaikan salat jumaat berjamaah di masjid yang tidak jauh dari sekolahnya tersebut. Ketika rakaat pertama, warga mengatakan terdengar bunyi pecahan kaca dan kendaraan motor.

Setelah usai salat jumat. Kepsek dan warga sekitar kaget kaca mobil rush warna hitam itu sudah pecah bagian kiri depan. Saat itu diketahui uang senilai Rp 264 juta hilang.

Chaidir langsung melaporkan kejadian tersebut pihak kepolisian. Namun, ia tidak berkomentar.

Kompol Oji mengatakan, sampai saat ini pihaknya sudah turun ke lapangan mencari pelaku. "Kita sudah lihat CCTV, pelaku dua orang mengunakan motor beat," kata Oji kepada Batamnews.co.id, Sabtu (22/12/2018).

Oji melanjutkan, uang di dalam mobil tersebut belum diketahui akan dibawa kemana. "Pelaku sudah mengikuti korban, baik ke sekolah maupun ke masjid," kata Oji.

Sampai saat ini Kepsek SMA 1 Batam memastikan bahwa uang yang hilang merupakan dana BOS.

(tan)

Komentar Via Facebook :