Alhamdulillah, Imam Masjid di Karimun Dapat BPJS dari Pemda

Alhamdulillah, Imam Masjid di Karimun Dapat BPJS dari Pemda

Bupati Karimun Aunur Rafiq. (Foto: Edo/Batamnews)

Karimun - Mubaligh dan Imam Masjid di Kabupaten Karimun akan mendapatkan program perlindungan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan dari pemerintah daerah.

Jaminan kesehatan tersebut akan disalurkan melalui dana Corporate Sosial Responbility (CSR) Bank Riau Kepri. Penyelenggaraan tersebut juga telah disetujui oleh pihak Bank Riau.

Bupati Karimun Aunur Rafiq mengatakan, program pemberian BPJS yang dibiayai melalui dana CSR tersebut sudah seharusnya didapatkan Kabupaten Karimun untuk melindungi masyarakatnya. Juga mengingat Kabupaten Karimun juga sebagai pemegang saham dan memiliki dana yang cukup besar di Bank Riau Kepri.

"Saya kemarin sudah bertemu dengan Pimpinan Bank Riau Kepri di Kota Batam, dan saya minta dengan beliau untuk dapat membantu agar mubaligh dan imam masjid dapat diberikan program BPJS Ketenagakerjaan. Beliau telah menyetujui dan akan dibiayai menggunakan dana CSR," ujar Bupati Karimun Aunur Rafiq.

Program BPJS Ketenagakerjaan dari dana CSR Bank Riau Kepri tersebut, menurut orang nomor satu di Karimun itu tidak hanya akan diberikan kepada para Mubaligh dan Imam Masjid, Program tersebut juga akan diberikan kepada supir truk, supir angkutan umum dan ojek di Karimun.

"Supir truk, angkutan umum dan seluruh tukang ojek juga akan diberikan. Sekarang masih dalam proses pendataan," katanya.

Pemerintah Kabupaten Karimun terus berupaya untuk memberikan perlindungan kepada masyarakatnya.

Sebelum ini, secara bertahap Pemkab Karimun telah memberikan perlindungan kepada pegawai dan tenaga kontrak di lingkungan kerjanya melalui program BPJS Ketenagakerjaan.

"Sudah selayaknya bank Riau Kepri memberikan perlindungan ketenagakerjaan kepada masyarakat Karimun," katanya.

Selain itu, RT dan RW di Karimun juga sampai saat ini 700 orang telah menjadi kepersertaan program BPJS dan dibiayai langsung menggunakan dana stimulan BPJS Ketenagakerjaan.

"Alhamdulillah, Itulah program- program pemerintah daerah dalam rangka memberikan perlidungan kepada masyarakat Karimun dan juga bentuk kepedulian saya dan bapak wakil bupati Karimun dalam memberikan rasa aman bagi masyarakat," kata Rafiq.

Sementara untuk BPJS Kesehatan, Bupati menjelaskan saat ini masih dalam proses transformasi dari JKN ke BPJS Kesehatan.

Program itu dilakukan secara bertahap dan diperkirakan secara keseluruhan, dana yang dibutuhkan untuk pemberian BPJS Kesehatan kepada masyarakat tidak mampu ialah berjumlah Rp 35 Miliar.

"Kita belum mampu secara keseluruhan, namun secara bertahap  akan kita akomodir," katanya.

(aha)