PT MOS Tak Sertakan 12 Pekerjanya Sebagai Anggota BPJS

PT MOS Tak Sertakan 12 Pekerjanya Sebagai Anggota BPJS

Pekerja PT MOS yang terluka mengadu kepada anggota DPRD Karimun, Nyimas Novi. (Foto: Edo/Batamnews)

Karimun - Puluhan pekerja PT. Multi Ocean Shipyard (MOS) yang menjadi korban ledakan balon Airbag telah dipulangkan dari Rumah Sakit. Biaya pengobatan mereka ditanggung oleh pihak perusahaan.

Namun sayangnya, dari puluhan pekerja itu, diketahui 12 pekerja tidak diikut sertakan dalam BPJS Ketenagakerjaan oleh PT MOS, bahkan pekerja yang telah terdaftar tidak dibayarkan tanggungan BPJS nya.

Baca: Pekerja Korban Ledakan Airbag PT MOS Karimun Merasa Terabaikan

Menanggapi hal itu, Ketua Serikat Pekerja Aneka Industri-Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (SPAI-FSPMI) Kabupaten Karimun, Muhammad Fajar menyampaikan, permasalahan BPJS di PT MOS telah pernah dibahas. Diketahui telah ada kesepakatan PT MOS mengikutkan pekerjanya pada November 2017 lalu.

"2017 kita pernah sounding ke pengawas. Sudah ada kesepakatan MOS mengikutkan pekerjanya November 2017," ujar Fajar.

Namun, kabarnya pihak pusahaan hanya sebatas melakukan pendaftaran. Sementara untuk tanggungannya tidak dibayarkan.

"Ada yang terdaftar, namun itu hanya sebatas terdaftar. Tapi tanggungannya tidak dibayarkan," ucap Fajar.

Ia menilai, seharusnya tidak ada perbedaan dalam pemberian jaminan kerja. Karena setiap pekerja wajib diikutsertakan menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan.

"Itu bukan alasan. Prinsipnya sejak zaman Jamsostek dulu, perusahaan wajib mengikutsertakan pekerjanya. Mau dia kerja berapa lama itu perushaan yang menindak sesuai perjanjian kerja," kata dia.

Sementara itu, Penata Madya Pemasaran Keuangan dan TI Kantor BPJS Ketenagakerjaan Capem Tanjungbalai Karimun, Andy Syahputra mengatakan, PT MOS sudah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan. Namun Ia tidak mengetahui jumlah pasti pekerja PT MOS yang telah didaftarkan sebagai peserta.

Padalah, Undang-undang No 24 tahun 2011 tentang BPJS menyebutkan, bahwa setiap pekerja wajib diikutsertakan sebagai peserta BPJS oleh perusahaan. Andi juga menjelaskan, dalam undang-undang setiap pekerja wajib diikutsertakan dalam BPJS. 

"Berdasarkan Undang-Undang, mau pekerja kontrak atau apapun tiap perusahaan wajib mendaftarkan BPJS nya. Tidak ada tenggang waktu mau berapa lama bekerjanya," kata Andy.

(aha)

Komentar Via Facebook :