https://www.batamnews.co.id

Defisit Anggaran, Proyek Pelebaran Jalan Pemko Batam Tersendat

Proyek pelebaran jalan di Sei Panas, Kota Batam. (Foto: Johannes Saragih/Batamnews)

Batam - Proyek pelebaran jalan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Batam dihentikan karena defisit anggaran. Hal ini mendapat sorotan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam.

Pelebaran jalan ini dihentikan pada tanggal 15 Desember 2018 mendatang.

Sekretaris komisi IV DPRD Kota Batam, Udin P Sihaloho menilai banyak perencanaan yang dibuat oleh Pemrintah Kota (Pemko) Batam melenceng dari semangat awalnya.

"Artinya kalau semangat awal itu tadinya pembangunan infrastruktur atupun pelayanan publik umumnya sepenuhnya akan memberikan terbaik kepada masyarakat,” ujar Udin, Rabu (5/12/2018).

Menurutnya alasan yang dikemukakan Pemko Batam mengenai defisit anggaran bukan yang menjadi utama. Namun keinginan dari Pemko yang membuatnya tidak tercapai.

“Benar semuanya ini mengacu pada pendapatan daerah juga. PAD kita tercapai,” katanya.

Jika dikatakan keterbatasan APBD 2018, tak mungkin Pemko Batam tidak mengetahui seberapa kemampuan anggaran untuk pembangunan jalan. Apalagi pembangunan infrastruktur semuanya sudah melalui proses lelang.

"Saya kemarin sudah katakan nantinya pasti ada tunda bayar lagi seperti 2017. Nah ini bakalan terjadi. Karena modelnya gali lobang tutup lobang. Sebenarnya dalam penggunaan anggaran tidak berlaku karena perencanaan sudah matang," katanya.

Udin menilai progres ini tidak memiliki perencanaan yang matang. Sehingga hanya menyelesaikan pekerjaan setengah-setengah.

Sebelumnya Wali Kota Batam, HM Rudi mengakui jika proyek pelabaran jalan terpaksa dihentikan karena anggaran yang tidak mencukupi. Para kontraktor juga mengetahui konsekuensi tersebut.

“Makanya mereka otomatis berhenti, dan juga tetap ada tunda bayar,” ujar Rudi.

(ret)