Orang Gangguan Jiwa Diberi Hak Suara, Warga: Emang Mereka Bisa Milih?

Orang gangguan jiwa. (Ilustrasi)

Bintan - Warga Bintan mengkawatirkan terkait aturan yang memperbolehkan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) ikut menggunakan hak pilihnya dalam pemilu serentak 2019 mendatang.

Yati, salah satu warga Kijang mengaku aneh mendengar KPU akan memberikan hak pilih bagi kalangan orang yang mengidap penyakit gangguan jiwa. 

"Aneh saja orang sakit jiwa diberikan hak pilih. Emangnya orang itu tau, calon-calon legislatif dan presiden. Untuk mengenal diri sendiri aja mungkin orang sakit jiwa lupa. Emang mereka bisa milih?" ujar ibu satu anak ini, Senin (3/12/2018).

Baca juga: 160 Orang Gangguan Jiwa di Bintan Berpeluang Dapat Hak Pilih

Selain aneh, kata Yati, dia juga mengkawatirkan tentang pengawasan terhadap orang gangguan jiwa tersebut. 

Pastinya harus dijaga lebih ekstra dibandingkan menjaga orang waras.

Kalau orang waras, lanjut Yati, petugas yang disiagakan hanya hansip dan kepolisian. Namun kalau orang gangguan jiwa harus didampingi pihak medis sebab ditakutkan ketika mereka masuk ke dalam TPS untuk menyalurkan hak suaranya secara tiba-tiba mengamuk di luar kendali. 

"Bayangkan saja ketika orang gangguan jiwa gunakan hak pilihnya dan bergabung dengan orang waras. Pas masuk ke TPS, tiba-tiba dia mengamuk lalu kertas suara disobek dan mengganggu orang lain," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Gerindra Bintan Dedi Irwanto mengaku tidak terlalu melirik suara dari kalangan ODGJ. Sebab masih banyak potensi suara-suara lainnya di Bintan.

"Kita lebih tertarik ke warga binaan dan pemilih pemula. Mereka juga sudah masuk DPT," katanya.

Gerindra Bintan tidak menolak hak-hak suara ODGJ dapat masuk ke DPT dan tersalurkan pada pemilu tahun depan. Namun suara mereka tidak terlalu memiliki potensi. 

"Masih banyak suara yang bisa diraup dari yang waras," ucapnya. 

Seperti diketahui Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bintan sedang melakukan proses pendataan keberadaan ODGJ di Kabupaten Bintan.

Sebab bedasarkan Peraturan KPU (PKPU) Nomor 11 Tahun 2018, ODGJ memiliki peluang untuk mendapatkan hak pilih dalam pemilu serentak 2019 mendatang. Sehingga identitas mereka  akan dimasukan ke dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).

(ary)