Saputra Pernah Coba Bunuh Diri di Pengadilan Negeri Tanjungpinang

Saputra Pernah Coba Bunuh Diri di Pengadilan Negeri Tanjungpinang

Petugas mengevakuasi jenazah napi Rutan Tanjungpinang yang tewas bunuh diri (Foto: Adi/Batamnews)

BATAMNEWS.CO.ID, Tanjungpinang - Narapidana Rutan Kelas I Tanjungpinang, Muhammad Saputra (32), tewas tergantung. Dugaan sementara, ia tewas setelah gantung diri. 

Napi kasus pencabulan anak itu ditemukan tergantung di depan pintu tahanan, Selasa (2/1/2017) sekitar pukul 01.45 WIB.

Saputra divonis bersalah dalam kasusnya. Ia dikurung penjara selama 5 tahun penjara dipotong masa tahanan.

“Yang bersangkutan divonis 5 tahun oleh pengadilan. Sudah ada eksekusinya, artinya yang bersangkutan sudah dinyatakan bersalah oleh pengadilan,” kata Kepala Rutan Kelas I Tanjungpinang, Rony Widiatmoko saat jumpa pers di Rutan Kelas I Tanjungmpinang.

Rony mengatakan, sebelumnya petugas keamaan sekitar pukul 01.25 WIB melakukan kontrol keliling di setiap blok tahanan, namun tiba di blok penyengat petugas kaget melihat MS tergantung. 

“Setelah melihat kejadian itu, komadan jaga melaporkan kejadian itu ke Kepala Pengamanan Rutan (KPR), dan KPR melakukan prosedur-prosedur yang telah ditetapkan untuk menghadapi atau antispasi hal yang terjadi seperti ini. Kemudian KPR melaporkan kepada saya, saya melaporkan kejadian itu kepimpinan,” ungkap Rony.

Sebelumnya, kata Rony, pada tanggal 7 Desember 2017 yang lalu MS juga sempat melakukan percobaan bunuh diri di tahanan pengadilan dengan cara melukai tangannya mengunakan pisau cukur.

Pihak Pengadilan Negeri Tanjungpinang pun kemudian mengembalikan MS ke Rutan Tanjungpinang.

“Atas kejadian itu, kita melakukan pembinaan terhadap yang bersangkutan agar tidak melakukan hal yang demikian, kita panggil dan kita nasehati, setelah itu hingga kemarin yang bersangkutan tidak ada masalah apa-apa. Bahkan yang bersangkutan membuat surat pernyataan kepada kita tidak melakukan lagi percobaan bunuh diri,” ujarnya.

Rony menuturkan, saat ini pihaknya telah berupaya menghubungi pihak keluarga MS yang di Tanjungpinang maupun di kampung halamannya, namun hingga saat ini pihaknya belum mendapat jawaban dari pihak keluarganya.

“Yang bersangkutan ada di ruang jenazah di Rumah Sakit Umum Daerah Tanjungpinang, kita masih menunggu jawaban dari pihak keluarga, kalau tidak negara melakukan pemakaman yang bersangkutan,” kata dia.

(adi)

 


Komentar Via Facebook :
close

Aplikasi Android Batamnews