https://www.batamnews.co.id

Ini Dia Arti Imlek Bagi Warga Tionghoa di Karimun

Karimun - Menjelang Perayaan Tahun Baru Tiongkok, Imlek, di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, mulai terlihat nuansa pecinan. Sejumlah pernak pernik Imlek tampak terpasang di rumah-rumah warga, khususnya warga Tionghoa.

Tidak saja buah-buahan khas Imlek, kue-kue unik juga bermunculan. Seorang pedagang, Yanto mengatakan, sudah bertahun-tahun menjual dagangan khas Imlek. Terutama pada saat Imlek tiba.

‘’Keuntungannya disumbangkan ke vihara dan disumbangkan kepada orang kurang mampu,” kata pria yang menjadi Pengurus Vihara Bodhi Maitreya Karimun, Jumat (13/2/2015).

Yanto juga menjual berupa gambar-gambar yang berkaitan dengan Imlek. Per gambar ia jual mulai dari Rp 15 ribu hingga Rp 35 ribu per item. 

Jenis-jenis kue yang ia jual juga ada berbagai macam seperti kue bangkit, kue nanas, kue semprong dan sebagainya. “Hanya diharga Rp 15 ribu hingga Rp 75 ribu satu toplesnya,” kata Yanto.

Yanto juga sedikit paham soal Imlek. Imlek tahun ini jatuh pada tahun dengan shio Kambing. Arti dari shio tersebut adalah menyimpan energi Yin. Diyakini orang Tionghoa sebagai simbol perdamaian, harmonisasi antara koeksistensi (keberadaan) dan ketenangan. 

“Semoga Karimun tetap damai,” kata dia.

Warga Tionghoa lainnya mengatakan, seperti biasa, ia membeli pernak pernik Imlek setiap tahunnya menjelang perayaan. 

Di Meral, lokasi di mana banyak komunitas warga Tionghoa sudah terlihat berbagai macam pernak-pernik Imlek. Mulai dari lampu lampion hingga hiasan-hiasan lainnya. Selamat Imlek Koko dan Cece..

 

[yon]