Kisah Imigran Gelap yang Kabur dari Gejolak Perang Saudara
Ahmad, imigran gelap dari Afghanistan (Foto: Aji/Batamnews)
BATAMNEWS.CO.ID, Tanjungpinang - Sebanyak 90 imigran asal Sudan, Somalia, Ethiopia, Yaman, Pakistan dan Afganistan tiba di Rumah Detensi Imigrasi Tanjungpinang, JL Ahmad Yani, Kamis (17/11/2016) sekira pukul 12.46 WIB.
Satu diantaranya adalah Ahmad (20), seorang muslim keturunan Syiah, Saudi Arabia yang menetap di Afganistan, Afrika, daerah penuh konflik yang tak berkesudahan hingga saat ini.
"Mencari suaka di Indonesia lebih baik, damai," kata ujarnya kepada reporter batamnews.co.id sedikit terbatah batah di halaman belakang Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Tanjungpinang.
Empat bulan lalu, Ahmad tiba di Kota Batam, katanya di Kota Batam, Indonesia tempat yang aman, tenang dan tak jarang bisa menghirup udara segar tanpa ada konflik, tidak seperti negaranya.
"Di sini (Kepri) aman," ujarnya sembari tersenyum.
Sedikit Ahmad menjelaskan pengalaman pedihnya. Tiga adiknya tewas saat konflik perang saudara yang berlangsung di negaranya.
Yang menakutkan, suara gemuruh kendaraan tempur lalu lalang setiap harinya, hingga ledakan bom setiap 60 menit.
"Saya empat bersaudara ibu bapak sudah meninggal, adik 3 juga sudah tidak ada, saya sendiri, mencari suaka sangat sulit, apa lagi untuk diterima, tapi Indonesia tidak seperti itu, Indonesia damai," ujarnya.
Ahmad mengatakan, kalau sehari hari dirinya berusaha ingin pergi dari tempat kelahirannya, namun tidak ada usaha untuk melarikan diri, tidak ada tumpangan untuk berlabuh ke negara aman. Suatu hari ada kesempatan diapun akhirnya sampai di Jakarta.
Setibanya di Jakarta Ahmad berangkat menuju Batam, disini awal kisah Ahmad menganggap Indonesia aman, sehari hari ahmada bersama temannya dari Sudan, Afghanistan, Ethiopia, Pakistan, Yaman, dan Somalia berkumpul di suatu Taman Kota Batam.
"Kita senang bisa tinggal dan hidup damai di Indonesia," lagi ujarnya.
Gigi palsunya berbentuk besi terlihat sedikit senyum ketika melihat petugas menggiring rekan-rekannya menuju ruang registrasi Rudenim Tanjungpinang.
"Mereka senang ada di sini," katanya.
Ahmad mengakui tidak ingin meninggalkan Indonesia, di sini baginya sangat aman, dia sangat senang melihat kedamaian di Negara ini. Dia berharap ingin jadi Warga Negara Indonesia (WNI) sutuhnya, sayangnya, hukum di Negara Indonesia tidak membenarkan itu.
Rudenim Tanjungpinang untuk sementara mengamankan haknya sebagai pencari suaka, jika keadaan di negaranya, Afganistan sudah aman, Ahmad akan dipulangkan bersama yg lainnya.
[aji]
Komentar Via Facebook :