Pengusaha Batam Ramai-ramai Tolak Kenaikan Tarif UWTO
Kawasan bisnis dan komersial Nagoya di Batam. (foto: ist/antara)
BATAMNEWS.CO.ID,Batam - Setelah keluarnya Peraturan Kepala BP Batam mengenai tarif UWTO di Batam, para pengusaha yang hadir dalam sosialisasi kenaikan tarif UWTO ramai-ramai menolak. Sosialisasi digelar di Harris Hotel, Batam.
"Bukan saya aja, tapi seluruh pengusaha di dalam ruangan tadi itu menolak baik itu Kadin maupun REI semuanya menolak," ujar Hernawati, seorang pengusaha Batam, Senin (17/10/2016).
Seorang pengusaha lain mengatakan, kenaikan tarif UWTO hendaknya memperhatikan kondisi perekonomian saat ini yang sedang lesu. "Lihat lah Nagoya sekarang yang sudah sepi. Kalau naik tarif mencapai 100 persen saja, saya percaya Batam akan mati dan seperti Sabang," kata seorang pengusaha lain.
BP Batam sendiri tidak dapat melarang pengusaha untuk menolak penyesuaian tarif tersebut.
"Kita tidak bisa cegah karena itu sebagai bentuk pengusaha dalam memberikan aspirasi, yang jelas kami hanya menjalankan perintah sesuai PMK, karena kalau tidak kami tidak bisa memberi pelayanan," ujar Kepala BP Batam Hatanto Reksodipoetra.
Hatanto menegaskan BP Batam telah memikirkan dampak dari kenaikan tarif UWTO di kawasan komersial.
"Tidak mungkin BP Batam menghambat investasi, karena kehadiran BP di Batam adalah badan yang dibentuk untuk mengelola Batam sebagai kawasan strategis nasional," kata Hatanto.
(ret)
Komentar Via Facebook :