Kerusuhan di Selatpanjang

Jeritan Hati Istri Korban Penembakan Polisi di Meranti

Isrusli saat dievakuasi dari Mapolres Meranti (Foto: Ist)

BATAMNEWS.CO.ID, Selatpanjang - Korban tewas saat kerusuhan di Selatpanjang, Kepulauan Meranti, Riau, Isrusli (45), meninggalkan satu orang istri dan tiga anak. 

Istri Isrusli, Juliana (43), tampak masih terpukul akibat kejadian nahas tersebut.

“Hasil pernikahan saya dengan suami saya almarhum Isrusli kami dikarunia tiga orang anak, saya minta pelaku dihukum seadil-adilnya,” ujar Juliana, Kamis lalu.

Isrusli sehari-hari berprofesi sebagai nelayan. Ia merupakan tulang punggung keluarga. 

“Kita berharap ada sebuah keadilah hukum bagi kami orang kecil, kita minta pelaku penembakan suami saya di hukum,” ujar dia berulang-ulang.

Isrusli mengalami luka tembak di kepala pada saat aksi protes ribuan warga Selatpanjang di Mapolres Meranti pada Kamis (25/8/2016).

Kerusuhan dipicu penikaman anggota Polres Meranti Brigadir Adil S Tambunan (24). Adil ditikam Apri Adi Pratama (24) dengan enam tikaman.

Penikaman itu setelah Apri cemburu Adil merebut wanita pujaannya seorang janda yang bekerja di sebuah tempat hiburan malam di Selatpanjang. 

Di mata Juliana, sosok Isrusli, adalah suami yang jarang ikut kegiatan-kegiatan semacam itu.

Biasanya bila tak melaut, Isrusli menghabiskan waktu bersama anak-anak di rumah.

“Kalau tidak melaut mencari ikan, ya di rumah bermain sambil nonton TV sama anak anak,” ucap Juliana.

Juliana mengatakan, tiga anak kini diantaranya sudah ada yang bersekolah kelas dua SD, anak kedua berusia 5 tahun, sedangkan yang bungsu baru berumur 3 tahun.

Juliana sehari-hari menjadi pedagang ikan di pasar tradisional. Ia membantu menjual ikan hasil tangkapan suaminya.

Awalnya mengetahui kabar itu Juliana mendapat kabar suaminya tertembak. Ia pun bergegas ke RSUD Selatpanjang untuk memastikannya.

“Ternyata benar, itu suami saya,” ujarnya lirih seperti dikutip selatpanjangpos. Juliana menemukan luka di kening suaminya.

Sebuah peluru bersarang di kepala Isrusli.

“Kalau kena batu seperti yang disampaikan oleh pihak kepolisian,saya tidak percaya,” ujar wanita berjilbab itu.

Juliana sempat ke Mapolres Meranti, namun ia diberitahu suaminya terkena lemparan batu.

 

[snw]