Muncikari Tawarkan Pramugari Berinisial V Rp 7 Juta
Ilustrasi prostitusi online
BATAMNEWS.CO.ID, Jakarta - Praktek prostitusi online terselubung dibongkar jajaran Subdit IV Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Terungkap situs online tersebut menawarkan jasa seks pramugari hingga sales promotion girl.
Tarifnya beragam tergantung profesi. Namun tarif yang ditawarkan untuk seorang pramugari mencapai Rp 7 juga sekali kencan.
Tidak hanya menyediakan pramugari, website prostitusi online tersebut juga menyediakan model hingga SPG.
Praktek haram itu terbongkar dari hasil penelusuran tim Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, seorang muncikari berinisial AN dan seorang model berinisial T yang menjadi PSK berhasil ditangkap polisi.
Keduanya diciduk polisi di sebuah hotel di kawasan Kalibata, Jaksel, beberapa pekan lalu.
Kepada petugas yang menyamar, AN sempat menawarkan seorang pramugari berinisial V dengan harga Rp 7 juta untuk sekali kencan. Setelah mengaku tak punya uang sebanyak itu, petugas ditawari seorang mantan model berinisial T dengan tarif Rp 5 juta per sekali kencan.
Kasubdit IV Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Roberto Pasaribu mengungkap, admin situs tersebut mengaku sebagai penyalur jasa model, pramugari, dan SPG, menampilkan foto-foto dan data diri wanita muda berparas cantik. Polisi kemudian melakukan penyamaran untuk transaksi undercover buy.
"Polisi yang menyamar langsung menghubungi AN yang bertindak sebagai founder dan CEO situs itu lewat WhatsApp. Dalam berkomunikasi, AN hanya mau berhubungan dengan pelanggan lewat WhatsApp dan BBM (Blackberry Messenger)," ungkap Roberto.
Dalam komunikasi WhatsApp tersebut, AN mengirimkan daftar sejumlah wanita, lengkap dengan foto, umur dan tarif PSK tersebut.
Setelah melihat keseriusan calon pelanggannya, AN juga mengirim foto-foto dan data diri sejumlah wanita lainnya dengan tarif bervariasi.
[snw]
Komentar Via Facebook :