China Siap Lawan Tekanan Ekonomi AS Jelang Pertemuan Trump dan Xi Jinping

China Siap Lawan Tekanan Ekonomi AS Jelang Pertemuan Trump dan Xi Jinping

Presiden Donald Trump dan Presiden China Xi Jin Phing.

Nurjali

Jakarta, Batamnews - Hubungan antara Donald Trump dan Xi Jinping kembali memanas menjelang pertemuan penting kedua pemimpin dunia tersebut pekan ini di China. Beijing disebut sudah “siap tempur” untuk menghadapi berbagai tekanan ekonomi dari Amerika Serikat, termasuk sanksi dan tarif perdagangan.

Sejumlah pengamat China menilai Beijing kini jauh lebih percaya diri dalam menghadapi ancaman ekonomi dari Washington. Pemerintah China disebut telah menyiapkan berbagai langkah balasan apabila Amerika Serikat kembali memperketat sanksi maupun perang dagang.

Selama beberapa tahun terakhir, AS berupaya mengurangi ketergantungan terhadap produk buatan China. Pemerintahan Trump juga membatasi akses teknologi China, terutama terhadap chip canggih yang dibutuhkan untuk pengembangan kecerdasan buatan atau AI.

Baca juga: Mojtaba Khamenei Keluarkan Arahan Baru, Militer Iran Siaga Penuh Pasca Perang 40 Hari

Sebagai respons, China mulai mengurangi pembelian sejumlah produk asal Amerika Serikat yang berdampak pada sektor pertanian AS. Selain itu, Beijing juga meningkatkan tekanan terhadap perusahaan-perusahaan Amerika yang beroperasi di China.

Pertemuan antara Trump dan Xi Jinping sebelumnya sempat ditunda akibat konflik Iran. Presiden Trump dikabarkan ingin melihat perkembangan situasi perang tersebut sebelum melakukan kunjungan kenegaraan ke Beijing.

Namun situasi di Timur Tengah masih memanas. Trump menyebut proposal balasan Iran terhadap rencana perdamaian Amerika Serikat sebagai sesuatu yang “sama sekali tidak dapat diterima”.

Iran meminta kompensasi atas kerusakan perang, pelepasan aset-aset Iran yang dibekukan di luar negeri, serta pengakuan atas kedaulatan Iran terhadap Selat Hormuz.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengatakan negaranya hanya meminta hak-hak yang sah.

“Iran meminta penghentian perang di kawasan, pengakhiran blokade laut AS, dan pembebasan aset milik rakyat Iran yang selama bertahun-tahun dibekukan secara tidak adil,” ujarnya dalam konferensi pers mingguan.

Media pemerintah Iran juga melaporkan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, telah mengeluarkan arahan baru kepada angkatan bersenjata Iran untuk meningkatkan kesiapan tempur menghadapi musuh.

Sementara itu, pemerintah China telah mengonfirmasi bahwa Donald Trump akan melakukan kunjungan kenegaraan ke China pada 13 hingga 15 Mei. Ini menjadi kunjungan pertama Trump ke China pada masa jabatan keduanya sebagai Presiden AS.

Juru bicara Gedung Putih, Anna Kelly, menyebut kunjungan tersebut memiliki makna simbolis yang besar, namun juga akan difokuskan pada pembicaraan strategis dan kesepakatan ekonomi.

Dalam agenda kunjungan tersebut, Trump dijadwalkan menghadiri upacara penyambutan resmi, pertemuan bilateral dengan Xi Jinping, jamuan kenegaraan, hingga makan siang kerja sebelum kembali ke Washington.

Baca juga: Trump Tarik 5.000 Tentara dari Jerman, Iran Siaga Perang: Proposal Damai 14 Poin Terganjal

Selain isu perdagangan dan teknologi, perang Iran diperkirakan menjadi salah satu topik utama dalam pembahasan kedua negara. Pemerintah AS disebut akan menekan China agar membantu mendorong penyelesaian konflik di Timur Tengah.

Sanksi terbaru Amerika Serikat terhadap China terkait perang Iran juga diperkirakan akan menjadi pembahasan penting dalam pertemuan tingkat tinggi tersebut.
 

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :