Heboh Live Ejek Al-Qur'an, Waria Muslim di Thailand Dipaksa Cukur Rambut oleh Massa

Heboh Live Ejek Al-Qur

Ribuan warga berdesakan serang pelaku, yang nyaris jadi bulan bulanan warga.

Nurjali

Bangkok, Batamnews – Sebuah insiden yang melibatkan seorang wanita transgender Muslim bernama Loh memicu kemarahan ribuan umat Islam di Thailand, Minggu, 10 Mei 2026 waktu setempat. Mereka berkumpul di ibu kota Bangkok untuk menuntut permintaan maaf setelah Loh dituduh mengejek ayat suci Al-Qur'an dalam sebuah siaran langsung.

Kronologi masalah ini bermula beberapa hari sebelumnya, ketika sekelompok wanita transgender Muslim yang mengenakan hijab memicu kontroversi. Menurut prinsip Islam, laki-laki dilarang berpakaian menyerupai perempuan. Seorang pria Muslim kemudian masuk ke dalam siaran langsung untuk menasihati Loh dan kelompoknya.

Namun, selama siaran berlangsung, kelompok tersebut dituduh bertindak tidak pantas. Mereka tertawa, membuat gerongan mengejek, dan diduga mengubah redaksi ayat suci. Yang paling mencolok, Loh mengubah frasa "walad-dallin" menjadi "walad-dog" saat melafalkan ayat tersebut.

Baca juga: Polisi Ekshumasi Makam FA di Bocah 6 Tahun, Autopsi Ungkap Luka Batu Bata di Kepala Korban

Potongan video itu pun menyebar luas secara daring, tidak hanya di Thailand tetapi juga hingga Malaysia, Indonesia, Brunei, dan negara-negara Arab. Kemarahan pun meledak.

Menghadapi desakan maaf, Loh justru bersikap menantang di media sosial dan mengaku tidak peduli dengan kontroversi tersebut. Sikapnya ini semakin menyulut amarah publik.

Pada hari Minggu, ketua komunitas masjid setempat bersama relawan mengatur pertemuan dengan Loh di sebuah restoran di Soi Ramkhamhaeng 53. Begitu kabar pertemuan itu terdengar, hampir seribu orang berkumpul di lokasi untuk menuntut permintaan maaf. Bahkan, beberapa orang dilaporkan berusaha menyerang Loh secara fisik, sehingga polisi harus mengerahkan puluhan personel untuk mengamankan situasi.

Dalam tekanan, Loh akhirnya mengakui kesalahan dan meminta maaf kepada keluarganya serta komunitas Muslim atas keresahan yang ditimbulkan. Ia mengaku bertindak karena emosi sesaat.

Sebagian Muslim yang hadir kemudian menuntut Loh menampar mulutnya sendiri dan mencukur habis rambutnya sebagai bentuk pertobatan. Loh pun menurut. Pihak berwenang segera mengawalnya keluar dari area tersebut demi keselamatannya.

Polisi kemudian membawa Loh ke Kantor Polisi Wang Thonglang. Perwakilan Muslim tiba untuk bernegosiasi. 

Baca juga: Polisi Ungkap Pembunuhan Perempuan Muda di Lingga, Pelaku Suami Siri Korban

Mereka mengajukan tiga syarat: Loh harus mencukur rambutnya, mengucapkan Syahadat sebagai pengakuan iman, dan mengunggah permintaan maaf kepada umat Islam di seluruh negeri melalui akun Facebook pribadinya. Jika dipenuhi, mereka berjanji tidak akan melanjutkan perkara.

Setelah hampir tiga jam negosiasi dengan perwira polisi senior sebagai mediator, Loh akhirnya menyetujui ketiga syarat tersebut.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :