Satresnarkoba Polres Lingga Gembleng Siswa SMAN 2 Singkep Jurus Tolak Narkoba

Satresnarkoba Polres Lingga Gembleng Siswa SMAN 2 Singkep Jurus Tolak Narkoba

Polres Lingga menggelar sosialisasi antinarkoba di SMAN 2 Singkep. (Foto: dok.Polres Lingga)

Rhuuzi Wiranata

Lingga, Batamnews – Ancaman narkotika tidak pernah memandang bulu, dan generasi muda adalah sasaran yang paling rentan. Menyadari hal itu, Satresnarkoba Polres Lingga tidak mau kecolongan.

Mereka bergerak cepat melakukan aksi "jemput bola" dengan mendatangi SMAN 2 Singkep untuk membentengi para siswa dari jeratan barang haram tersebut, Selasa (21/4/2026).

Kegiatan yang dimulai tepat pukul 10.00 WIB ini dipimpin langsung oleh Kasat Narkoba Polres Lingga, IPTU Thomas Harison. Di hadapan puluhan siswa dan para guru, pihak kepolisian membedah habis seluk-beluk narkotika—mulai dari jenis-jenisnya yang kian beragam, efek mengerikan bagi fisik dan mental, hingga ancaman hukum yang tidak main-main.

IPTU Thomas Harison menekankan bahwa pelajar harus memiliki mata yang tajam dan sikap yang berani. Mereka dibekali pemahaman tentang bagaimana narkoba masuk ke lingkungan mereka, sehingga para siswa tidak hanya mampu membela diri sendiri, tetapi juga berani melapor jika mencium aroma penyalahgunaan di sekitar mereka.

Suasana kelas berubah menjadi interaktif saat sesi tanya jawab dibuka. Para siswa tampak antusias, melontarkan berbagai pertanyaan kritis tentang cara pencegahan dan rehabilitasi. Hal ini menjadi bukti bahwa kesadaran pelajar di Lingga untuk hidup bersih tanpa narkoba mulai meningkat tajam.

Mewakili Kapolres Lingga AKBP Dr. P.M. Nababan, IPTU Thomas Harison menegaskan bahwa edukasi adalah senjata paling strategis dalam memutus mata rantai peredaran narkoba di sekolah.

“Kami terus berkomitmen memberikan edukasi kepada pelajar agar memahami bahaya narkoba, sehingga mampu menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika. Peran pelajar sangat penting sebagai garda terdepan dalam menjaga diri dan lingkungannya dari ancaman narkoba,” tegas IPTU Thomas.

Kehadiran Polri di sekolah ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan wujud nyata perlindungan bagi calon pemimpin masa depan. Melalui sinergi yang kuat antara kepolisian dan institusi pendidikan, diharapkan lingkungan sekolah benar-benar menjadi zona merah bagi peredaran narkoba.

Kegiatan sosialisasi yang berlangsung aman dan tertib ini ditutup dengan komitmen bersama antara siswa dan polisi untuk memerangi narkoba hingga tuntas di tanah Bunda Tanah Melayu.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :