Warong Nasi Pariaman Tutup Permanen, Nasi Padang Tertua Singapura Berakhir Setelah 78 Tahun

Warong Nasi Pariaman Tutup Permanen, Nasi Padang Tertua Singapura Berakhir Setelah 78 Tahun

Warong Nasi Pariaman, yang diklaim sebagai warung Nasi Padang tertua di Singapura.

Nurjali

Singapura, Batamnews - Singapura kehilangan salah satu ikon kuliner sejarahnya. Warong Nasi Pariaman, yang diklaim sebagai warung Nasi Padang tertua di Singapura, mengumumkan penutupan permanen setelah 78 tahun beroperasi.

Warung legendaris di Kandahar Street itu akan menutup pintunya untuk terakhir kalinya pada 31 Januari mendatang. Pengumuman resmi disampaikan pemilik melalui unggahan di media sosial pada Sabtu (20 Januari), disertai ucapan terima kasih mendalam kepada pelanggan setia.

"Kami mengucapkan terima kasih dari lubuk hati yang paling dalam kepada semua pelanggan," tulis pemilik dalam bahasa Melayu.

Baca juga: Dampak Besar RTS Johor-Singapura: Perjalanan 5 Menit, Siap Operasi Akhir 2026

Berdiri sejak 1948, Warong Nasi Pariaman tercatat di situs Dewan Perpustakaan Nasional sebagai warung Nasi Padang tertua yang masih bertahan di Singapura. Lokasinya tak pernah berpindah dari 738 North Bridge Road sejak awal berdiri, menjadi tujuan wajib bagi warga lokal dan turis.

Pada 1998, kepemilikan warung dialihkan ke putra pemilik pertama, meneruskan warisan keluarga. Warung sempat mengalami renovasi besar dan relokasi sementara pada 2013 sebelum kembali ke lokasi aslinya.

Keunikan Warong Nasi Pariaman terletak pada kesetiaannya pada resep asli dari Pariaman, sebuah kota pesisir di Sumatera Barat, Indonesia. Hidangan andalannya seperti Rendang Daging, Sambal Goreng, dan Sayur Nangka, diolah dengan bumbu tradisional seperti santan, cabai segar, serai, dan jeruk nipis.

Lokasinya yang dekat Masjid Sultan dan kawasan Kampong Glam membuat warung ini menjadi tempat favorit, terutama setelah salat Jumat. Kabar penutupannya pun membanjiri media sosial dengan kenangan.

"Saya masih ingat ayah selalu membawakan pulang nasi dari sini usai salat Jumat," kenang seorang pengguna Instagram. Turis asing juga menyayangkan keputusan ini, menyebut warung ini sebagai "tujuan wajib" saat berkunjung ke Singapura.

Baca juga: Viral di TikTok, Pegawai Ini Diberhentikan Karena "Terlalu Jujur" Saat Dimintai Masukan oleh Bos

Meski alasan penutupan tidak dijelaskan secara rinci, keputusan ini menandai akhir dari sebuah babak penting dalam sejarah kuliner Singapura. Warong Nasi Pariaman tidak hanya sekadar tempat makan, tetapi bagian dari memori kolektif dan warisan budaya yang tak tergantikan.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :