Viral di TikTok, Pegawai Ini Diberhentikan Karena "Terlalu Jujur" Saat Dimintai Masukan oleh Bos

Viral di TikTok, Pegawai Ini Diberhentikan Karena "Terlalu Jujur" Saat Dimintai Masukan oleh Bos

Seorang pekerja muda di Singapura yang dikenal dengan alias Rachel dalam akun tiktoknya

Nurjali

Batam, Batamnews - “Salah satu kesalahan terbesar dalam karier saya adalah mengkritik atasan,” tutur seorang pekerja muda di Singapura yang dikenal dengan alias Rachel dalam akun tiktoknya. 

Kisahnya yang dibagikan melalui TikTok pada awal Desember 2025 itu viral dan memantulkan refleksi tentang dinamika budaya kerja, terutama bagi para pemula.

Rachel, yang kini berprofesi sebagai konsultan brand freelance, menceritakan pengalaman pahit di awal kariernya, sekitar dua tahun lalu. 

Baca juga: Pelantikan DPW FBN Kepri, Wagub Nyanyang: "Jadi Garda Terdepan di Wilayah Perbatasan"

Saat itu, ia baru bergabung sekitar tiga setengah bulan sebagai content producer di sebuah perusahaan pemasaran. Menjelang akhir masa percobaannya, sang atasan mengajak check-in dan bertanya, “Bagaimana pendapatmu tentang perusahaan kita?”

Dengan niat tulus, Rachel menjawab secara terbuka. Ia menyatakan kekagumannya pada tim dan pekerjaan, namun juga mengkritik kurangnya struktur organisasi di perusahaan rintisan tersebut. 

Berbekal pengalaman magang di korporasi besar, ia bahkan memberikan sejumlah rekomendasi agar perusahaan bisa “berjalan lebih efisien.”

Namun, respons yang ia terima justru di luar dugaan. Hanya setengah jam setelah pertemuan, email dari atasan langsung masuk. Isinya singkat: “Saya yakin kita memiliki visi yang berbeda. Jika kamu ingin keluar, silakan.”

Rachel mengakui ia sempat terkejut. Saat itu, ia merasa sedang memberikan masukan konstruktif. 

“Pengalaman kerja dan magang saya sebelumnya memiliki budaya yang sangat terbuka, jadi saya mengira umpan balik akan memicu diskusi kolaboratif,” jelasnya dilansir dari MS News.

Belakangan, ia menyadari bahwa memberikan kritik—sekalipun diminta—perlu pendekatan yang lebih sensitif. “Membaca situasi sangat penting,” ujarnya. “Saya mungkin akan mencoba memahami atasan lebih dulu sebelum memberi rekomendasi.”

Video tersebut memicu beragam tanggapan dari netizen. Banyak yang menyoroti betapa budaya hierarki dan nilai kerendahan hati sangat memengaruhi cara umpan balik diterima. Rachel sendiri terkejut melihat beberapa komentar yang menilai rekomendasinya sebagai bentuk ketidakhormatan.

Baca juga: Dua Siswi Berseragam Pramuka Luka Berat Tabrak Kontainer Mogok di Batam

“Umpan balik dari semua tingkat sebenarnya berharga, tetapi komentar-komentar itu menyadarkan saya betapa kuatnya hierarki dan kerendahan hati membentuk persepsi terhadap kritik, terutama di budaya kerja tertentu,” ungkapnya.

Kini, Rachel telah berpindah ke perusahaan lain dan merasa jauh lebih nyaman. Ia berharap pengalamannya bisa menjadi pelajaran bagi pekerja muda lainnya.

“Saran saya, bersikaplah bijak dalam memberikan masukan,” katanya. “Membangun kepercayaan dan memahami dinamika adalah bagian penting dari budaya kerja. Sayangnya, hal ini tidak diajarkan di bangku sekolah.”

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :