Kisah Perempuan, 13 Tahun 'Marriage Hunting' dengan 300+ Kencan demi Pria Berpenghasilan 1 Miliar/ Tahun

Kisah Perempuan, 13 Tahun

Nushi Akun X.

Nurjali

Batam, Batamnews - Sejak berusia 22 tahun, seorang wanita Jepang telah berkencan dengan lebih dari 300 pria dalam pencariannya menemukan pasangan ideal untuk menikah.

Seiring waktu, ekspektasinya semakin meningkat. Ia pun menyusun kriteria khusus: pria idamannya harus lebih muda, tampan, tinggi, lulusan universitas, dan berpenghasilan minimal 10 juta yen (sekitar Rp 1,06 miliar) per tahun. 

Kini, di usia pertengahan 30-an, wanita yang akrab disapa Nushi ini masih terus mencari, sambil membagikan perjalanan "perburuan jodoh"-nya di X.

Baca juga: Polisi Grebek Hotel Miss Universe, Sita Barang Bukti Kasus Promosi Judi Online

Nushi dibesarkan di keluarga yang hangat dan bahagia di wilayah Chubu, Jepang. Sejak kecil, ia sudah bercita-cita memiliki keluarga sendiri yang sama bahagianya. Setelah lulus kuliah, ia merasa iri menyaksikan teman-temannya menikah di usia muda. 

Dorongan itulah yang akhirnya membawanya mendaftar ke biro perjodohan dan aplikasi kencan di usia 22 tahun.

Awalnya, ia tidak memikirkan soal penghasilan tahunan calon pasangan. Yang ia cari hanyalah seseorang yang nyambut diajak bicara.

Lambat laun, seiring dengan banyaknya pria yang ia temui dan kencani, standarnya pun semakin tinggi.

Nushi mengaku berpenghasilan sekitar 3 juta yen (sekitar Rp 319 juta) per tahun, dan menyebut dirinya sebagai "wanita biasa". Dulu, ia lebih menyukai pria yang lebih tua, mengingat ayahnya juga tujuh tahun lebih tua dari ibunya.

"Tapi begitu mendekati usia pertengahan 30-an, saya justru merasa pria yang lebih muda lebih cocok," ujarnya sambil tertawa.

Kini, ia mencari pria di bawah 35 tahun. Namun, hal itu justru memperumit pencariannya, karena banyak pria muda yang lebih mengincar wanita berusia 20-an. 

Nushi pun kerap ditolak—entah karena sang pria belum tertikad untuk menikah, atau justru sebaliknya, menginginkan ia segera memiliki anak bersamanya.

Tak sedikit pula pria yang mempertanyakan pendekatan dan tujuan Nushi dalam berkencan. Mereka melihatnya membagikan cerita "perburuan jodoh" di media sosial dan menilai bahwa Nushi tidak serius dalam mencari pasangan. Seorang pria pernah bertanya apakah ia hanya menjadikan mencari pasangan sebagai hobi.

Nushi menjelaskan bahwa ia menikmati proses dijodohkan melalui agensi, dan ingin berbagi pengalaman tersebut dengan orang lain. 

Di satu sisi, ia benar-benar ingin menikah, tapi ia juga menyadari bahwa mungkin selama ini ia memang memandang kencan sebagai semacam hobi—hobi yang telah menghabiskan lebih dari 3 juta yen (sekitar Rp 319 juta) hingga saat ini.

Dan jika kencan memang adalah hobi bagi Nushi, maka ia adalah hobi yang sangat memperkaya hidupnya. Ia merasakan kegembiraan tersendiri setiap kali bertemu dengan seseorang yang baru dikenalkannya melalui jasa perjodohan.

Baca juga: Kekacauan Berdarah di Kereta Inggris: 9 Korban Kritis Usai Ditikam Massal

"Seru sekali," katanya. "Bertemu dan berbicara dengan orang yang belum pernah saya kenal sebelumnya adalah pengalaman yang berharga, apapun hasilnya."

Sebagai seseorang yang rutinitasnya didominasi oleh pekerjaan dan tidak memiliki banyak minat lain, Nushi memandang kencan melalui jasa perjodohan sebagai pengalaman yang cukup memuaskan.

"Kalau hanya bekerja saja, ada banyak cerita yang tidak akan saya dengar dan dunia yang tidak akan saya kenal," ujarnya.
 

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :