KSOP Batam Tunggu Hasil Investigasi MPA Singapura Soal Tabrakan Kapal MV Horizon 9

KSOP Batam Tunggu Hasil Investigasi MPA Singapura Soal Tabrakan Kapal MV Horizon 9

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam, Takwim Masuku. Foto : Tommy Purniawan

Nurjali

Batam, Batamnews - Kami masih menunggu kepastian dari Otoritas Maritim Singapura (MPA) mengenai penyebab tabrakan antara Kapal MV Horizon 9 dan Kapal LA Digue di perairan Singapura. 

Demikian penjelasan Kepala KSOP Batam, Takwim Masuku, pada Selasa, 11 November 2025 sore. "Kami masih menunggu hasil penyelidikan dari MPA Singapura. Kesimpulan baru bisa diambil setelah pemeriksaan mereka selesai," ujar Takwim.

Dari informasi sementara yang berhasil dikumpulkan, kecelakaan ini diduga kuat disebabkan oleh kerusakan pada sistem kemudi Kapal MV Horizon 9. Sistem kemudi merek Kobelt milik kapal feri itu diduga mengalami kegagalan fungsi.

Baca juga: Jadwal Baru Mukota VIII Kadin Batam 5 Desember 2025, Ini Tenggat Pendaftaran Calon Ketua

Kerusakan itu diduga terjadi karena adanya penggunaan suku cadang palsu. Suku cadang yang berasal dari Tiongkok itu dilaporkan dipasang dengan label yang salah, seolah-olah merupakan produk asli dari Kobelt asal Kanada. 

Suku cadang tersebut dipasang oleh KMASIA, sebuah perusahaan maritim di Singapura, dan anak perusahaannya di Batam, KME Mitra Indonesia.

Diduga, karena komponen palsu inilah sistem kemudi kapal macet. Akibatnya, kapal feri itu tidak dapat dikendalikan dan akhirnya menabrak kapal tanker yang sedang melintas.

Menanggapi hal ini, KSOP Batam memastikan mereka terus berkoordinasi dengan MPA Singapura untuk mendapatkan laporan resmi dan data teknis yang lengkap. Langkah-langkah pencegahan akan segera disusun setelah hasil investigasi keluar.

"Keselamatan pelayaran adalah prioritas utama. Nanti, setelah laporan investigasi diterima, kami akan mengevaluasi semuanya. 

Baca juga: Terdakwa Roslina Sebut Dihalangi Berdamai, Romo Paschal: Itu Manipulasi

Tujuannya, agar sistem perawatan kapal di wilayah Batam bisa lebih ketat dan memenuhi standar internasional," tegas Takwim.

Sementara itu, upaya untuk mendapatkan konfirmasi dari pihak operator Kapal Horizon juga belum membuahkan hasil. Perwakilan operator mereka, Dedi, belum menanggapi permintaan informasi mengenai perkembangan kasus dan kerusakan yang dialami kapal mereka.
 

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :