Nenek 85 Tahun Diserang dan Nyaris Diperkosa di Rumahnya, Pelaku Tetangga Sendiri
Nenek berusia 85 tahun saat dievakuasi petugas.
Batam, Batamnews - Seorang nenek berusia 85 tahun terluka parah setelah diserang dan menjadi korban percobaan pemerkosaan di dalam rumahnya sendiri.
Sekitar pukul 3 sore hari Senin, relawan Ruamkatanyu Foundation mendapat laporan dari warga. Seorang perempuan lanjut usia diserang di rumah panggung kayu miliknya, yang terletak di pinggir kanal, Moo 3, Sub-distrik Bang Chalong, District Bang Phli.
Saat tiba di lokasi, relawan menemukan korban terbaring di tempat tidur dengan berbagai luka. Jari kelingking tangan kanannya patah, terdapat luka di kepala, memar parah di dada, luka sayat dalam di pergelangan tangan kiri, serta sebuah luka di belakang telinganya.
Korban langsung diberi pertolongan pertama sebelum dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Baca juga: Diduga PTSD, Veteran Marinir Serang Gereja hingga Tewaskan Beberapa Jemaat
Korban bercerita, ia sedang sendirian ketika seorang lelaki tak dikenal menyusup ke rumahnya larut malam itu. Lelaki itu memukulinya dengan brutal dan berusaha memperkosanya.
Dengan logat bahasa Thailand yang patah-patah yang dideskripsikannya seperti logat Khmer, pelaku terus menyiksanya hingga ia terluka parah. Pelaku tetap berada di rumah itu hingga sekitar tengah malam, berulang kali mencoba memperkosa korban, sebelum akhirnya pergi.
Awalnya, pihak penyelamat mendapat informasi bahwa korban terjatuh. Namun, setelah berbicara langsung dengan sang nenek, menjadi jelas bahwa ia telah menjadi korban penyerangan. Lukanya, termasuk jari yang patah dan luka dalam, konsisten dengan kekerasan yang ia alami.
Tetangga korban mengatakan bahwa wanita tua itu biasanya tinggal bersama anak lelakinya, yang sedang bekerja saat kejadian.
Mereka menambahkan bahwa korban biasanya selalu mengunci pintu rumahnya dan jarang ada orang asing yang terlihat di sekitar lokasi, meski pekerja migran sering terlihat melintas pada pagi dan sore hari.
Para tetangga yang terkejut dengan kejadian ini menyatakan mereka tidak pernah menyangka ada orang yang tega melakukan kekerasan sekejam itu kepada korban.
Korban, yang sebelumnya dalam kondisi sehat, dilaporkan sempat tidak sadarkan diri selama kejadian dan baru sadar pada sore harinya. Saat itulah ia berhasil membuka pintu rumahnya dan meminta tolong.
Pada hari Selasa, polisi di Bang Phli menangkap seorang tersangka berusia 53 tahun. Menurut seorang reporter di Samut Prakan yang menulis di halaman Facebook, polisi menyatakan bahwa pelaku adalah warga negara Thailand, bukan pekerja migran seperti yang semula diduga dan beredar di media sosial.
Teridentifikasi dengan nama 'Jo', tersangka ditahan setelah rekaman CCTV dan bekas cakaran di tubuhnya menimbulkan kecurigaan kuat. Setelah diperiksa secara intensif, ia mengakui kejahatannya.
Menurut polisi, Jo mengaku memanjat sisi rumah sang nenek setelah minum minuman keras hingga mabuk. Ia mengatakan pada polisi bahwa ia menutup mulut korban dengan tangan kanannya dan melecehkannya, lalu memukul korban dua kali ketika korban melawan. Ia mengklaim tidak melakukan kekerasan fisik lebih lanjut.
Baca juga: Mencari Jarum di Lautan: Kisah Ryan Chatfield Temukan Bangkai Kapal Rodondo yang Hilang 130 Tahun
Ia lebih lanjut mengakui percobaan pemerkosaan, tetapi mengatakan bahwa ia tidak mampu menyelesaikan perbuatannya. Menurut pengakuannya, ia kabur dari tempat kejadian setelah korban mulai melafalkan doa-doa, yang membuatnya merasa menyesal.
Penyidik telah menjerat Jo dengan tuduhan penganiayaan dan perbuatan tidak senonoh. Sementara itu, tuduhan tambahan berupa penyusupan pada malam hari dan pemerkosaan masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan kelengkapan barang bukti lainnya.
Polisi menolak memberikan jaminan dan akan meminta penahanan tersangka ketika ia dibawa ke Pengadilan Provinsi Samut Prakan pada hari Kamis.
Komentar Via Facebook :