Diduga PTSD, Veteran Marinir Serang Gereja hingga Tewaskan Beberapa Jemaat
Kebakaran hebat usai terjadinya penembakan gereja Amerika Serikat.
Batam, Batamnews - Sebuah kebaktian Minggu di Church of Jesus Christ of Latter-day Saints di Grand Blanc, sekitar 80 km di utara Detroit, berubah menjadi tragedi berdarah.
Kala itu, ratusan jemaat sedang bersiap untuk menerima sakramen. Tiba-tiba, Jake Sanford (40) menabrakkan truknya ke pintu depan gereja.
Dia keluar dengan membawa senapan serbu dan mulai menembaki jemaat yang berkumpul. Ayah satu anak ini kemudian diduga membakar gereja yang masih penuh orang itu, sebelum akhirnya tewas dalam baku tembak dengan polisi.
Baca juga: Mencari Jarum di Lautan: Kisah Ryan Chatfield Temukan Bangkai Kapal Rodondo yang Hilang 130 Tahun
Korban jiwa berjatuhan. Dua mayat dengan luka temukan ditemukan, disusul dua korban lagi yang ditemukan di dalam reruntuhan gereja yang hangus. Setidaknya delapan jemaat lain terluka.
Otoritas setempat mengaku masih belum bisa memastikan jumlah jemaat yang hilang di antara puing-puing yang hangus.
Di tengah kepanikan, muncul kisah-kisah kepahlawanan. Kepala Polisi setempat, William Renye, menceritakan keberanian sejumlah jemaat yang melindungi anak-anak dari hujan peluru.
"Mereka melindungi anak-anak yang juga ada di dalam gereja, memindahkan mereka ke tempat yang aman," katanya. "Sungguh sebuah keberanian yang luar biasa."
Polisi merespons hanya dalam 30 detik setelah panggilan darurat pertama diterima. Sanford ditembak mati beberapa menit kemudian.
Truk yang ditumpangi pelaku ditemukan membawa perangkat peledak improvisasi (IED). Sanford diketahui adalah veteran Marinir AS yang bertugas dari Juni 2004 hingga Juni 2008 dan pernah ditugaskan di Irak. Dia menerima sejumlah penghargaan selama dinas militer.
Namun, seorang teman keluarga mengungkapkan bahwa Sanford diduga menderita PTSD (Post-Traumatic Stress Disorder).
Media sosial yang diduga milik Sanford menunjukkan dia adalah seorang keluarga; memiliki istri dan seorang putra kecil.
Baca juga: Gara-gara Drone, Pesawat Terbesar Rusia Hampir Seruduk Apartemen di Moskow
Dalam satu foto, dia terlihat memakai kaus pro-Trump bertuliskan 'Make Liberals Cry Again'. Dua bendera Amerika terpasang di truk yang ditumpanginya.
Polisi masih menyelidiki motif di balik aksi kekerasan yang ditargetkan ini. Investigasi masih berlangsung untuk memahami apa yang mendorong seorang veteran berprestasi melakukan tindakan mengerikan di rumah ibadah.
Komentar Via Facebook :