Mediasi Gagal, Kasus Penganiayaan di Alun-alun Engku Putri Lanjut ke Proses Hukum
KP, Wanita Honorer Pemko Batam Jadi Korban Penganiayaan di Alun-alun Engku Putri, Batam Kota, didampingi Kuasa Hukumnya, Arpandi Karjono & Partner. (foto. istimewa)
Batam, Batamnews - Mediasi antara korban penganiayaan berinisial KP dan terlapor FB akhirnya tidak membuahkan hasil. Upaya damai yang difasilitasi Polsek Batam Kota, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau pada Kamis, 18 September 2025 itu berakhir tanpa kesepakatan.
Kuasa hukum korban, Apandi Karjono, dengan jelas menyatakan bahwa kliennya belum bisa menerima tawaran perdamaian dari pihak terlapor.
Keluarga korban, menurutnya, masih merasa sangat keberatan dengan insiden yang menimpa KP di Panggung Alun-alun Engku Putri, Batam Kota, pada Rabu, 10 September 2025 siang itu.
Baca juga: Istri Korban Luapkan Amarah, Siram Terdakwa Pembunuhan Faras Kausar Usai Sidang Ditunda
"Mediasi tadi belum menemukan titik terang. Belum ada kesepakatan perdamaian antara korban dan terlapor," tutur Apandi saat dikonfirmasi.
Ia melanjutkan, yang dirugikan bukan hanya fisik kliennya. Nama baik KP juga tercoreng di hadapan publik. Dua hal inilah yang membuat keluarga korban bersikukuh untuk tidak berdamai.
"Sampai saat ini belum ada kesepakatan. Saya juga telah menyampaikan kepada kepolisian, selama belum ada perdamaian, proses hukum yang sudah berjalan harus tetap dilanjutkan," tegas Apandi.
Sementara itu, dari pihak kepolisian, Kanit Reskrim Polsek Batam Kota, Iptu Bobby Ramadhana Fauzi, belum memberikan keterangan resmi mengenai hasil mediasi tersebut.
Cerita ini berawal pada Rabu, 10 September 2025 silam, sekitar pukul 11.40 WIB. Seorang wanita berinisial KP (24), yang merupakan honorer di lingkungan Pemerintah Kota Batam, menjadi korban dugaan penganiayaan di sekitar Panggung Alun-alun Engku Putri. Peristiwa ini terekam oleh CCTV Kantor Pemko Batam dan juga kamera warga di lokasi.
KP bercerita, insiden ini bermula ketika dua orang tak dikenal yang mengenakan masker mendatanginya di ruang kerjanya di Setdako Batam.
Baca juga: Polsek Batam Kota Selidiki Begal Brutal di Taman Kolam BPJS Greenland, Pelaku Teridentifikasi
"Awalnya saya didatangi dua orang yang tidak saya kenal. Mereka pakai masker dan mengajak saya keluar ruangan kerja sambil bilang, ‘Ada yang mau jumpa.’ Saya sempat bertanya siapa, lalu mereka menjawab, ‘Nanti akan tahu sendiri,’" ungkap KP, mengingat kembali kejadian yang menimpanya.
Kini, tanpa kesepakatan damai, jalan hukum tampaknya akan terus ditempuh untuk menuntaskan kasus ini.
Komentar Via Facebook :