Gara-Gara Layang-Layang, Warga Piayu Batam Gelap 13 Jam
Penampakan layang-layang tersangkut di kabel listrik menjadi pemicu pemadaman.
Batam, Batamnews – Wilayah Piayu, Batam, harus rela gelap selama 13 jam akibat pemadaman listrik yang dipicu oleh dua faktor klasik: layang-layang dan pohon tumbang. PT PLN Batam mengonfirmasi kedua hal ini masih menjadi penyebab utama gangguan pasokan listrik di kota tersebut.
Cuaca ekstrem yang melanda Batam disebut memperparah kondisi. Hujan deras dan angin kencang tidak hanya menjatuhkan pohon ke jaringan listrik, tetapi juga meningkatkan bahaya dari layang-layang.
Sekretaris Perusahaan PT PLN Batam, Samsul Bahri, menjelaskan secara rinci mengapa layang-layang sangat berbahaya bagi jaringan.
Baca juga: Kejagung Tetapkan Nadiem Tersangka, Gelar Rapat Tertutup untuk Chromebook Google
"Material layang-layang seperti plastik dan benang yang basah dapat menghantarkan listrik. Jika menyentuh tiga kabel sekaligus, akan terjadi short circuit atau arus pendek yang merambat. Proses perbaikannya tidak instan, sehingga pemadaman bisa berlangsung lama," jelas Samsul, Kamis, 4 September 2025.
Samsul, mewakili manajemen PLN Batam, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dengan tidak bermain layang-layang di sekitar jaringan listrik dan mengizinkan pemangkasan pohon yang terlalu dekat dengan kabel.
Senior Manager Unit Bisnis Distribusi dan Pelayanan PT PLN Batam, Rizal Azhari, menegaskan bahwa jaringan listrik pada prinsipnya tidak boleh disentuh oleh benda apa pun.
"Bermain layang-layang di dekat jaringan PLN sangat berbahaya. Selain mengganggu pasokan, benang berbahan logam atau benang gelasan yang basah dapat menghantarkan arus dan membahayakan nyawa," tegas Rizal.
Ia menambahkan bahwa petugas secara rutin melakukan pembersihan jaringan dan pemangkasan pohon. Namun, pelaksanaannya sering terkendala karena harus berkoordinasi dengan pemilik pohon.
Rizal pun meminta dukungan Pemerintah Kota Batam. "Kami mohon support untuk mengedukasi masyarakat agar tidak menanam pohon dekat jaringan serta mengizinkan tanaman di jalur jaringan untuk dipangkas," jelasnya.
Baca juga: Kuasa Hukum Desak Polisi Tetapkan Tersangka Kasus Penggelapan Deposito BPR SB Batam Rp1 M
Pemadaman berkepanjangan selama 13 jam jelas mengganggu aktivitas ekonomi, pendidikan, dan rumah tangga warga Piayu. Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya kesadaran kolektif untuk menjaga infrastruktur kelistrikan.
Rizal menekankan perlunya koordinasi intensif dengan pemda untuk mencegah gangguan serupa. "Banyak kasus pemadaman akibat pohon tumbang. Koordinasi dengan berbagai pihak sangat diperlukan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan," pungkasnya. Edukasi masyarakat menjadi kunci utama agar listrik bisa menyala lebih stabil.
Komentar Via Facebook :