Kasus Kematian Ignasius di PT Lestari Ocean Indonesia, Polisi Periksa 10 Saksi

Kasus Kematian Ignasius di PT Lestari Ocean Indonesia, Polisi Periksa 10 Saksi

Tim Gabungan Saat Mengevakuasi Ignasius saat ditemukan didalam PT Lestari Ocean Indonesia, Selasa (19/8) pagi sekitar pukul 09.30 WIB. (Foto: istimewa)

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews – Kasus kematian Ignasius, karyawan yang ditemukan tak bernyawa di kawasan PT Lestari Ocean Indonesia (LOI), Sagulung, Senin (18/8/2025) lalu, masih terus diselidiki Sat Reskrim Polresta Barelang. Hingga saat ini, pihak kepolisian telah memanggil 10 orang saksi untuk dimintai keterangan.

Keluarga Datang dari Kendari

Kabar duka ini membuat Galus, kakak kandung korban, datang langsung ke Batam dari Kendari untuk memantau perkembangan kasus. Ia mengaku sangat terpukul kehilangan sosok adik yang dikenal baik dan penuh tanggung jawab.

"Dia sangat bertanggung jawab orangnya dan saya tak menyangka adik saya meninggal di dalam area tempatnya bekerja," kata Galus, Rabu (27/8/2025) siang.

Berdasarkan informasi yang ia himpun dari kerabat dan rekan kerja, Ignasius saat itu menjabat sebagai supervisor. Insiden bermula ketika sebuah balon penyangga terhimpit di antara tongkang yang baru diresmikan, sehingga Ignasius bersama rekan-rekannya mencoba melakukan pencarian dan penyelaman. Namun upaya tersebut berakhir tragis.

"Tapi masih berkata lain, sehingga nyawa adik saya tidak bisa diselamatkan," ujarnya lirih.

Perusahaan Bertanggung Jawab

Meski berduka, Galus mengapresiasi sikap manajemen PT LOI yang dinilainya bertanggung jawab penuh terhadap insiden tersebut. Seluruh biaya dari awal kejadian hingga pemakaman dan acara adat ditanggung perusahaan. Bahkan, pihak manajemen menutup perusahaan selama dua hari sebagai bentuk penghormatan dan duka cita.

"Hingga saat ini pihak manajemen sangat bertanggung jawab akan kejadian ini," katanya.

Lebih jauh, Galus mengungkapkan perusahaan juga berjanji akan memberikan kesempatan kerja kepada kedua anak Ignasius jika sudah dewasa nanti.

"Makanya saya datang, karena pihak perusahaan dan keluarga sepakat akan berdamai," ujarnya.

Polisi Dalami Kasus

Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol M Debby Tri Andrestian, menjelaskan sudah ada 10 orang saksi diperiksa, mulai dari pihak manajemen, karyawan, hingga saksi yang ada di lokasi kejadian.

"Sudah ada 10 orang saksi yang kita periksa," kata Debby.

Sementara Kapolresta Barelang, Kombes Zaenal Arifin, menegaskan bahwa perdamaian antara keluarga dan perusahaan merupakan hak masing-masing pihak. Namun hal itu harus dilakukan tanpa paksaan serta disepakati di hadapan penyidik.

Kronologi Penemuan

Sebelumnya, Tim Gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polairud, Pos AL Sagulung, serta nelayan setempat, berhasil menemukan jasad Ignasius pada Selasa (19/8/2025) pagi sekitar pukul 09.30 WIB, atau 18 jam setelah ia dilaporkan terjatuh ke laut.

Kapolsek Sagulung, Iptu Husnul Afkar, membenarkan penemuan tersebut.

"Korban telah ditemukan oleh Tim Gabungan pagi tadi, tidak jauh dari lokasi korban terjatuh," ujarnya.

Usai ditemukan, jasad korban dibawa ke RS Bhayangkara Batam untuk menjalani autopsi guna keperluan penyelidikan lebih lanjut.

Ignasius diketahui terjatuh ke laut sekitar pukul 15.00 WIB saat melakukan pekerjaan perbaikan kapal tongkang di perusahaan tersebut. Insiden ini menjadi perhatian serius berbagai pihak, termasuk aparat kepolisian yang berkomitmen menuntaskan penyelidikan.

 

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :