Pertamina Bantah Isu Isi Bensin Harus Dilebihkan, Ini Penjelasan Lengkapnya
Bagus Handoko, Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Batam, Batamnews – Menanggapi beredarnya isu di masyarakat yang menyebutkan pengisian bahan bakar minyak (BBM) harus "dilebihkan" agar sesuai dengan nominal yang diinginkan, Pertamina melalui jajarannya memberikan penjelasan lengkap.
Klarifikasi ini diberikan untuk menjawab kekhawatiran publik mengenai akurasi pengukuran BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Bagus Handoko, Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), menegaskan bahwa sistem flow meter yang digunakan telah didesain dengan dua metode pengukuran yang sama-sama akurat, yaitu berdasarkan volume (liter) dan nilai nominal (rupiah).
Baca juga: Rumah Sudah Lunas, Tiba-tiba Disegel Bank BTN, Pemilik di Batam Kaget
Bagus menjelaskan, "Flow meter didesain dengan dua metode, yaitu metode nominal (rupiah) dan metode liter. Keduanya dapat digunakan dan tidak mempengaruhi tingkat akurasi. Mau isi 10 liter atau Rp10.000, itu hanya masalah konversi angka saja. Akurasinya tetap sama," ujarnya.
Ia juga membantah anggapan bahwa kecepatan pengisian (seperti speed 1 atau 2) memengaruhi jumlah BBM yang dikeluarkan. Menurutnya, teknologi nozzle modern telah dirancang untuk menjaga akurasi dalam berbagai kecepatan.
"Nozzle semakin canggih, sehingga kecepatan pengisian tidak akan mempengaruhi akurasi. Sistemnya sudah didesain sedemikian rupa untuk memastikan ketepatan pengukuran," papar Bagus.
Setiap alat ukur memiliki batas toleransi kesalahan yang diatur oleh peraturan kemetrologian. Standar nasional menetapkan toleransi sebesar ±100 ml untuk setiap 20 liter.
Namun, Pertamina menerapkan standar internal yang lebih ketat untuk memberikan pelayanan terbaik. "Kita batasi toleransi menjadi hanya ±60 ml per 20 liter. Ini lebih ketat dari yang diwajibkan undang-undang," jelas Bagus.
Baca juga: Pelanggan Protes, Kandungan Alkohol di Produk Petite Pastry di Batam, Pemilik Minta Maaf
Sebagai bentuk komitmen menjaga akurasi, setiap SPBU diwajibkan melakukan tera atau kalibrasi harian sebelum memulai operasi. Prosedur ini bertujuan melindungi hak konsumen dan SPBU.
"Tera dilakukan setiap pagi agar konsumen tidak dirugikan dan SPBU juga tidak rugi. Jika alat kelebihan mengukur, SPBU yang rugi. Jika kekurangan, konsumen yang rugi. Kalibrasi harian memastikan semuanya bekerja dalam batas toleransi yang telah ditetapkan," pungkas Bagus.
Dengan penjelasan ini, diharapkan masyarakat tidak perlu khawatir dan dapat terus mempercayai sistem pengukuran BBM di SPBU yang telah memenuhi standar kemetrologian yang berlaku.
Komentar Via Facebook :