Kondisi Pelabuhan Tanjung Buton Memprihatinkan, Tokoh Masyarakat Daik Lingga Minta Perhatian Serius
Kondisi kerusakan tampak di beberapa sudut Pelabuhan Tanjung Buton. (Foto: Ruzi/Batamnews)
Lingga, Batamnews – Kondisi Pelabuhan Tanjung Buton yang terletak di Kecamatan Lingga menjadi sorotan publik. Beberapa kerusakan pada fasilitas pelabuhan dinilai mengganggu kenyamanan dan membahayakan keselamatan penumpang, terutama saat malam hari.
Tokoh masyarakat Daik Lingga sekaligus mantan Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga, Muhammad Ishak, menyampaikan keprihatinannya atas kondisi pelabuhan yang merupakan salah satu gerbang masuk wilayah tersebut.
"Selain atap yang rusak, lampu di ujung pelabuhan yang jumlahnya dua buah juga sudah lama tidak menyala. Hal ini sangat membahayakan jika ada penumpang yang turun atau naik kapal di malam hari," ujar Ishak kepada Batamnews, Rabu, 25 Juni 2025.
Ia menekankan bahwa pelabuhan bukan hanya sekadar tempat transit penumpang dan barang, melainkan juga representasi wajah sebuah daerah.
"Pelabuhan merupakan ‘muka’ atau ‘serambi’ dari suatu daerah. Karena itu harus selalu dipantau dan diawasi agar tetap memberikan kenyamanan kapan pun dibutuhkan," ucapnya.
Lebih jauh, Ishak menyoroti pentingnya fungsi pelabuhan dalam mendukung sektor pariwisata. Menurutnya, jika Pulau Mepar benar-benar ingin diangkat sebagai salah satu destinasi wisata budaya dan sejarah unggulan di Lingga, maka kondisi pelabuhan sebagai akses utama harus menjadi perhatian utama pemerintah.
Pelabuhan Tanjung Buton adalah salah satu titik akses penting menuju destinasi wisata budaya seperti Pulau Mepar. Maka, kondisinya harus representatif dan mendukung rencana pengembangan pariwisata tersebut.
Ia berharap agar Pemerintah Daerah Kabupaten Lingga maupun instansi terkait segera mengambil langkah konkret untuk melakukan perbaikan. Mulai dari perbaikan struktur fisik, pengaktifan lampu penerangan, hingga pemeliharaan berkala demi menjaga standar pelayanan dan keselamatan.

Komentar Via Facebook :