Apple Mulai Lirik Batam, Sudah Beli Lahan untuk Investasi Melalui Vendor—Digital, Energi, dan Kesehatan Jadi Primadona

Apple Mulai Lirik Batam, Sudah Beli Lahan untuk Investasi Melalui Vendor—Digital, Energi, dan Kesehatan Jadi Primadona

Apple inc. (Foto: istimewa)

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews – Kota Batam kembali menarik perhatian dunia internasional. Kali ini datang dari raksasa teknologi dunia, Apple, yang dikabarkan telah membeli lahan di Batam untuk berinvestasi melalui vendor-vendor lokal dan mitra industri.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, dalam keterangan persnya di Jakarta. Rosan mengungkap bahwa pihaknya menjadi salah satu penggerak utama dalam mendorong masuknya investasi Apple ke Indonesia, khususnya ke Batam.

"Kami juga salah satu yang mendorong Apple untuk masuk dan mereka sudah membeli lahan sebetulnya di Batam untuk berinvestasi melalui vendor-vendornya. Ke depannya akan ada beberapa vendor dari Apple juga yang akan masuk ke Pulau Batam. Jadi prospeknya sangat-sangat luar biasa," kata Rosan.

Batam Jadi Magnet Baru Digital Infrastruktur dan Data Center

Menurut Rosan, Batam kini menjadi kawasan strategis bagi pengembangan infrastruktur digital, terutama karena kondisi geografis dan ketersediaan lahan yang jauh lebih luas dibandingkan negara tetangga seperti Singapura.

"Di Singapura itu kan lahannya sudah sangat-sangat terbatas. Jadi mereka pun sudah melakukan moratorium untuk digital infra. Sehingga sekarang banyak sekali yang ingin masuk ke Batam, terutama di sektor data center," tambahnya.

Batam kini menjadi alternatif utama bagi investor yang ingin mengembangkan teknologi informasi, sistem cloud, hingga layanan digital skala besar di Asia Tenggara.

Amsakar: Energi Terbarukan dan Kesehatan Juga Dilirik Investor

Menanggapi pernyataan tersebut, Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengonfirmasi bahwa geliat investasi memang tidak hanya di sektor digital. Ia menyebut, sektor tenaga listrik, khususnya Solar Home System (SHS), juga mulai dilirik oleh investor luar.

Namun ia mengakui bahwa masih ada tantangan terkait persoalan lahan dan kawasan hutan, yang saat ini sedang dalam tahap penyelesaian secara bertahap.

"Masih ada satu problem, terutama pada persoalan lahannya dan hutan. Nah, ini nanti kami akan selesaikan pelan-pelan. Tapi kalau dua ini saja masuk, insya Allah, luar biasa nanti geliat di Batam," tambahnya optimis.

KEK Kesehatan Sekupang dan Komitmen Apple di Kawasan Industri Tunas

Selain sektor digital dan energi, Amsakar juga memaparkan bahwa Batam tengah merampungkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan di Sekupang, yang dikerjakan bersama Mayapada Group. KEK ini ditargetkan menjadi pusat layanan medis unggulan bertaraf internasional.

"KEK Kesehatan akan dibangun di Sekupang, kerja sama dengan Mayapada. Mudah-mudahan dari lima atau enam investor yang masuk, termasuk Apple, bisa mendorong kawasan industri tunas semakin berkembang," ungkapnya.

Rosan dan Amsakar sepakat bahwa komitmen Apple untuk berinvestasi di Batam membuka peluang besar bagi industri lokal. Selain menyerap tenaga kerja, investasi tersebut diharapkan mampu mempercepat transformasi Batam sebagai hub teknologi dan inovasi di Asia Tenggara.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :