Mulai Pulih, Intan Korban Penyiksaan Majikan Dirawat di RS Elisabeth Batam Kota

Mulai Pulih, Intan Korban Penyiksaan Majikan Dirawat di RS Elisabeth Batam Kota

Kondisi Intan, Asisten Rumah Tangga (ART) asal Sumba Barat yang menjadi korban kekerasan keji di Batam, mulai menunjukkan perkembangan positif. 

Nurjali

Batam, Batamnews – Kondisi Intan, Asisten Rumah Tangga (ART) asal Sumba Barat yang menjadi korban kekerasan keji di Batam, mulai menunjukkan perkembangan positif. 

Setelah diselamatkan oleh pihak keluarga dan komunitas Flobamora pada Minggu, 22 Juni 2025, Intan kini dirawat secara intensif di Rumah Sakit Elisabeth Batam Kota.

Dalam foto dan video yang beredar, Intan terlihat masih lemah namun sudah bisa duduk dan berinteraksi secara terbatas. 

Baca juga: Berani Pinjam HP Tetangga, Intan ART Asal Sumba Bongkar Penyiksaan di Rumah Majikan Elit Batam

Kedua matanya masih tampak lebam, dan tangan kirinya masih terpasang infus. Namun kehadiran keluarga dan sahabat dari komunitasnya di sisi ranjang memberikan semangat luar biasa untuk proses pemulihannya.

“Kondisinya mulai stabil, luka luar mulai ditangani, trauma psikis juga mendapat perhatian tim medis dan pendampingan,” ujar salah satu pendamping dari komunitas Flobamora.

Doa dan Dukungan dari Seluruh Indonesia

Ribuan dukungan terus mengalir untuk Intan, baik dari kerabat di Batam maupun warga Sumba yang mengikuti kabar ini melalui media sosial. Di kolom komentar video yang viral, banyak yang menangis haru melihat wajah Intan yang penuh luka, namun tetap bertahan.

“Cepat sembuh, Alli. Tuhan bersamamu selalu,” tulis akun Nona Ebigel.

“Air mata saya tidak berhenti melihat videonya. Semoga bisa segera kembali ke keluargamu di Sumba,” tulis netizen lainnya.

Ucapan “cepat sembuh” datang silih berganti, disertai harapan agar Intan bisa segera kembali pulang dan hidup dengan damai bersama keluarga. Beberapa bahkan menyebut Intan sebagai simbol ketabahan dan kekuatan perempuan perantauan.

“Wotto Intan, kiranya tidak ada yang diam. Semoga ini menjadi jalan muliamu ke depan,” tulis LakaWa Dede dalam komentarnya.

Korban Masih Trauma, Polisi Dalami Kasus

Sementara itu, Polresta Barelang telah menetapkan dua tersangka, yakni Roslina alias Rossa Fang, majikan Intan, dan ART lain berinisial M yang diduga melakukan pemukulan atas suruhan majikan.

Baca juga: Sosok Roslina, Majikan Intan yang Diduga Menyiksa ART Asal Sumba di Rumah Mewah Batam

Kasus ini menyita perhatian publik nasional karena selain kekerasan fisik, korban juga mengaku dipaksa makan kotoran hewan, tidak digaji selama hampir satu tahun, serta dikenai sistem denda atas kesalahan kecil.

Kini, aparat kepolisian masih mendalami kemungkinan adanya unsur pelecehan seksual dan eksploitasi lainnya dalam kasus ini.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :