ART Dianiaya di Perumahan Elit Sukajadi Batam, Majikan Kabur Saat Didatangi Tim Flobamora
Seorang Asisten Rumah Tangga (ART) bernama Intan, asal Loli, Sumba Barat.
Batam, Batamnews – Seorang Asisten Rumah Tangga (ART) bernama Intan, asal Loli, Sumba Barat, menjadi korban penyiksaan brutal oleh majikannya di kawasan elit Bukit Golf Residence 1, Sektor 10 No. 40, Sukajadi, Kota Batam.
Peristiwa ini terbongkar setelah Tim Flobamora mendatangi rumah majikan dan mendapati korban dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.
Korban mengalami luka lebam serius di wajah, terutama di kedua matanya, serta memar di bagian tubuh lainnya.
Baca juga: ART Dianiaya Majikan di Perumahan Elit Batam, Wajah Lebam dan Trauma Psikis
Dugaan kuat, penganiayaan dilakukan oleh majikannya yang bernama Ibu Ros, dengan keterlibatan rekan sesama ART yang disebut ikut menyiksa atas perintah majikan.
Saat Tim Flobamora datang, majikan laki-laki korban langsung melarikan diri, sementara Ibu Ros berhasil dijumpai. Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Elisabeth Batam Kota untuk menjalani perawatan intensif dan pendampingan.
Kerabat korban, Ruben Tamo Ama, membenarkan kondisi korban dan menyampaikan bahwa proses visum telah dilakukan.
“Proses visum saudari/anak Intan, ART yang mengalami kekerasan dari majikan di salah satu perumahan Kota Batam, sudah selesai. Saat ini tinggal menunggu hasil rontgen untuk diserahkan kepada pihak berwajib di Polresta Barelang,” ujar Ruben melalui pernyataan yang dibagikan di media sosial, Minggu, 22 Juni 2025.
Kasat Reskrim Polresta Barelang, AKP Debby Tri Andrestian, juga mengonfirmasi bahwa penyidikan sedang berlangsung.
“Benar, kami sudah tangani kasus ini. Penyidikan masih berjalan, termasuk pemeriksaan terhadap majikan korban,” ujarnya.
Pihak kepolisian juga melibatkan UPTD PPA Provinsi Kepulauan Riau untuk mendampingi korban yang masih mengalami trauma mendalam.
Baca juga: Kecelakaan di Depan Pintu Masuk Harris Resort Barelang, Pengendara Motor Luka Serius
Kejadian ini kembali menyoroti pentingnya perlindungan terhadap pekerja rumah tangga, terutama yang bekerja di lingkungan tertutup seperti perumahan mewah. Aparat menjanjikan proses hukum akan berjalan transparan dan tuntas.
"Pesan untuk kita semua yang merantau, jangan takut mencari perlindungan jika mengalami kekerasan. Ancaman tidak boleh membuat kita diam," tulis perwakilan Flobamora.

Komentar Via Facebook :