Turis Sri Lanka Dipukul Hak Tinggi Transgender di Pattaya Usai Sentuh Alat Kelamin  

Turis Sri Lanka Dipukul Hak Tinggi Transgender di Pattaya Usai Sentuh Alat Kelamin  

Seorang turis asal Sri Lanka terluka setelah diserang oleh seorang wanita transgender yang menggunakan sepatu hak tinggi di Jalan Pantai Pattaya.

Nurjali

Batam, Batamnews – Seorang turis asal Sri Lanka terluka setelah diserang oleh seorang wanita transgender yang menggunakan sepatu hak tinggi di Jalan Pantai Pattaya, Sabtu, 25 April 2025 malam. 

Insiden ini terjadi setelah turis tersebut nekat menyentuh alat kelamin sang transgender sebanyak dua kali untuk memverifikasi gender—namun menolak membayar atau melanjutkan transaksi.  

Polisi dan tim penyelamat dari Yayasan Sawangboribul tiba di lokasi kejadian di Soi 13/3 sekitar pukul 22.30 WIB. 

Baca juga: Penumpang Motor Selamat Usai Lompat dari Jembatan, Dua Lainnya Tercebur ke Kanal

Mereka menemukan pria berusia 54 tahun asal Sri Lanka, yang hanya dikenali sebagai Sepala, dengan luka di kepala akibat serangan. Korban sempat mendapat pertolongan pertama sebelum dibawa bersama pelaku ke Kantor Polisi Muang Pattaya untuk pemeriksaan lebih lanjut.  

Pelaku, seorang transgender berinisial Mintran Buran (29), mengakui telah memukul kepala Sepala beberapa kali dengan sepatu hak tinggi. 

Dalam keterangannya, Mintran menyebut bahwa korban awalnya mendekatinya dan menyepakati tarif layanan sebesar 2.000 baht. Namun, Sepala meminta untuk menyentuh alat kelaminnya terlebih dahulu guna memastikan gender.  

“Saya mengizinkannya menyentuh sekali. Tapi saat dia menyentuh lagi tanpa membayar, saya kesal dan kami pun bertengkar,” ujar Mintran.  

“Saya menarik kerah bajunya, dan dia membalas dengan menarik baju saya sampai lecet di dada. Saya marah dan memukul kepalanya empat sampai lima kali dengan hak sepatu.”  

Baca juga: Panik Harga Beras di Jepang: Inflasi Tertinggi Sejak 2023, Warga Keluhkan Hidup Makin Sulit 

Sementara itu, Sepala membantah niatnya untuk menggunakan jasa Mintran. Dia mengaku hanya ingin memastikan gender pelaku karena ragu, namun memutuskan membatalkan transaksi setelah merasa tidak yakin dengan sentuhan intimnya.  

“Saya batalkan kesepakatan dan hendak pergi, tapi orang itu menarik kerah baju saya dari belakang dan memukul saya dengan sepatu hak tinggi,” tuturnya.  

Polisi masih menyelidiki kasus ini lebih lanjut untuk menentukan tindakan hukum yang tepat. Kejadian ini kembali menyoroti ketegangan antara pekerja seks komersial dan wisatawan di kawasan Pattaya yang dikenal sebagai destinasi hiburan malam.  
 

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :