Weekend Rp310rb, ST 3 Jam Rp100rb: Dari MiChat Tragedi S Kostel yang Berakhir Hilangnya Nyawa VLA
S Kostel lokasi tempat pembunuhan oleh pelaku remaja berakhir sadis.
Batam, Batamnews – Kasus pembunuhan sadis di S Kostel, Sagulung, menguak sisi gelap bisnis prostitusi online di Kota Batam. Seorang remaja 18 tahun, menikam VLA (30) seorang janda, tewas setelah dibacok 19 kali oleh Ikhsan (pelaku) usai transaksi seks yang dipesan melalui aplikasi Mi Chat.
Tempat ini diduga menjadi lokasi transaksi Short Time (ST) atau Long Time (LT)—istilah dalam prostitusi online—dengan tarif murah dan perizinan yang patut dipertanyakan.
Fakta Tarif dan Layanan S Kostel. Berdasarkan penelusuran Batamnews di media sosial, S Kostel menawarkan tarif menggiurkan, untuk Weekday (Senin-Jumat): Harga Standard Room: Rp170.000 dan Premium Room: Rp260.000.
Ada juga tarif perjam atau Short Time (3 jam): Rp100.000 dan Short Time (5 jam): Rp130.000.
Untuk hari libur atau Weekend (Sabtu-Minggu): Harganya tidak juga terlalu mahal, untuk Standard Room: Rp210.000, dan Premium Room: Rp310.000, dan tarif khusus perjamnya atau Short Time (3 jam): Rp130.000 dan Short Time (5 jam): Rp150.000.
Harga tersebut tergolong murah dibandingkan hotel sejenis di Batam, memicu spekulasi bahwa tempat ini kerap digunakan untuk transaksi prostitusi.
Baca juga: Terungkap! Ikhsan Pelaku Pembunuhan VLA di Batam yang Masih Berusia 18 Tahun
Detik-Detik Pembunuhan: Dari Hubungan Seks hingga Tikaman Maut
Kapolresta Barelang, Kombes Pol Zaenal Arifin, memaparkan kronologi kejadian Kesepakatan berawal dari via Aplikasi, Dimana Korban (perempuan PSK) dan pelaku sepakat bertemu di S Kostel setelah berkomunikasi via Mi Chat. Mereka setuju tarif Rp350.000 untuk sekali berhubungan.
Setelah sepakat kemudian Kedatangan Pelaku, Sekitar pukul 02.00 WIB, Ikhsan tiba di kamar 201 S Kostel. Usai berhubungan, korban menagih uang, tetapi pelaku mengaku menunggu transfer dari kerabat, bahkan terlihat juga bukti chat antara pelaku diduga dengan rekannya yang meminta bantuan dana hingga perkataan "Aku bunuh ajalah".
Aksi Pembacokan pun terjadi. Karena terus didesak, Ikhsan—yang telah membawa pisau—menikam korban 19 kali di dada, leher, punggung, lengan, dan wajah. Korban sempat berlari ke resepsionis namun kolaps dan tewas kehabisan darah.
"Korban meninggal karena luka tikam yang dalam dan kehabisan darah. Kami masih menunggu autopsi untuk menentukan luka paling fatal," kata Zaenal.
S Kostel: Lokasi Prostitusi atau Hotel Biasa?
Beberapa fakta mengarahkan S Kostel diduga sebagai sarang prostitusi online hal itu terlihat Tarif "Short Time": Penyewaan kamar per jam dengan harga murah kerap menjadi modus prostitusi.
Lokasi Strategis: Berada di dekat Simpang Basecamp, area ramai namun rawan tindak kriminal. Diduga juga tidak Ada Pencatatan Identitas, sehingga Pelaku dan korban mudah mengakses kamar tanpa verifikasi ketat.
Batamnews menemukan fakta, Bagaimana perizinan operasional S Kostel? Apakah ada izin usaha dan pengawasan dari pemerintah daerah? Mengapa hotel ini bisa beroperasi hingga dini hari tanpa pemeriksaan tamu yang ketat? Adakah keterlibatan oknum dalam melindungi bisnis prostitusi di tempat ini?
Nasi sudah menjadi bubur, Pelaku, Ikhsan, yang awalnya diamankan warga dan kini menghadapi jerat Pasal 338 KUHP (pembunuhan) juncto Pasal 340 KUHP (pembunuhan berencana) dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup.
"Pelaku sudah diamankan dan sedang menjalani proses hukum. Kami juga akan menyelidiki peran S Kostel dalam kasus ini," tegas Zaenal.
Tim investigasi menemukan Kamar 201 berantakan dengan darah menggenang di kasur dan lantai. Korban sempat melawan sebelum terjatuh di depan resepsionis, dan Pisau yang digunakan pelaku telah diamankan sebagai barang bukti.
Baca juga: Bunuh PSK karena Tak Punya Uang, Remaja Ini Kirim Chat: `Ak Bunuh Aj Lah
Kasus ini memicu kemarahan warga dan sorotan terhadap Maraknya Prostitusi Online: Aplikasi seperti Mi Chat kerap jadi sarana transaksi ilegal. Pengawasan Hotel Melati: Perlu audit ketat terhadap hotel berpotensi prostitusi.
Apakah ada pembiaran atau kelalaian dalam pengawasan usaha? "Ini bukan kasus pertama. Pemerintah harus bertindak tegas terhadap hotel yang jadi tempat maksiat," protes seorang netizen melalui kolom komentar.
Kasus pembunuhan di S Kostel bukan sekadar tindak kriminal, tetapi juga mencerminkan kegagalan pengawasan bisnis hiburan dan prostitusi online di Batam. Investigasi lebih lanjut diperlukan untuk mengungkap jaringan di baliknya—mulai dari oknum hotel, calo prostitusi, hingga pihak yang menutup mata.
Komentar Via Facebook :