Dewi Astuti, Ratu Narkoba Indonesia yang Diduga Kendalikan Penyelundupan 4 Ton Sabu dan Kokain dari Asia Tenggara

Dewi Astuti, Ratu Narkoba Indonesia yang Diduga Kendalikan Penyelundupan 4 Ton Sabu dan Kokain dari Asia Tenggara

Ilustrasi

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews – Di balik dua kapal besar penyelundup narkoba yang ditangkap di perairan Kepulauan Riau, nama Dewi Astuti kembali mencuat. Sosok perempuan ini disebut sebagai figur sentral jaringan narkotika internasional asal Indonesia, yang diduga kuat menjadi dalang di balik pengiriman lebih dari 4 ton sabu dan kokain dari kawasan Asia Tenggara ke Indonesia.

Dewi Astuti bukan nama baru bagi aparat penegak hukum. Perempuan yang kini disebut-sebut bersembunyi di Kamboja itu telah lama menjadi buronan internasional. Terbaru, BNN mengonfirmasi adanya keterkaitan antara Dewi Astuti dengan dua kapal yang ditangkap secara beruntun: Sea Dragon Tarawa dan The Aungtoetoe 99.

“Kami menduga kuat kedua kapal tersebut beroperasi dalam jaringan Dewi Astuti. Jika hasil drug signature yang sedang kami uji menunjukkan kesamaan, maka benang merahnya semakin kuat,” tegas Kepala BNN Komjen Pol Marthinus Hukom saat konferensi pers di Batam, Senin (26/5/2025).

Dalam penyelundupan terbaru, Sea Dragon Tarawa membawa 2 ton sabu, sedangkan The Aungtoetoe 99 mengangkut 1,2 ton kokain dan 678 kg sabu. Keduanya diperkirakan bernilai lebih dari Rp 5 triliun di pasaran gelap. Jumlah ini setara menyelamatkan lebih dari 8 juta jiwa dari bahaya penyalahgunaan narkoba.

Nama Dewi Astuti disebut bersanding dengan gembong kelas kakap lainnya seperti Chan Chai dan Ka Khao—dua pria asal Thailand yang kini juga masuk daftar buronan internasional (DPO Interpol). Ketiganya diduga menjalin kerja sama erat dalam menyuplai narkoba dari kawasan Golden Triangle menuju wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Jaringan Dewi Astuti dikenal rapi dan beroperasi lewat jalur laut, memanfaatkan pekerja pelayaran dan jalur perairan Kepri sebagai pintu masuk utama. Pengintaian terhadap jaringan ini disebut telah berlangsung selama lima bulan, dan keterlibatan Dewi diperkuat dengan kesaksian para tersangka dan pola pengiriman yang mirip dengan kasus sebelumnya yang dikaitkan dengannya.

BNN kini tengah memburu Dewi Astuti secara intensif, bekerja sama dengan intelijen regional dan internasional. “Kami tidak akan berhenti sampai aktor utamanya tertangkap. Dewi Astuti adalah salah satu target utama perang Indonesia melawan narkotika,” tegas Marthinus.

Jika terbukti, maka Dewi Astuti bukan hanya sebagai pengendali, tetapi ratu jaringan narkoba Asia Tenggara, yang mengatur distribusi lintas negara dari balik persembunyian.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :