Fakta Mengejutkan! Narkoba di Indonesia Didominasi Pasokan dari Thailand & Myanmar Dibayar Pakai Crypto
Konferensi Pers dalam pengungkapan penyelundupan narkoba di Kepulauan Riau.
Batam, Batamnews – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Komjen Pol. Martinus Hokum, mengungkapkan bahwa sebagian besar narkoba yang beredar di Indonesia berasal dari Thailand dan Myanmar.
Hal ini terungkap dalam pengembangan kasus penyelundupan narkoba yang dipimpinnya, termasuk penangkapan dua kapal yang membawa masing-masing dua ton narkoba.
"Berdasarkan pengungkapan kami, mayoritas narkoba di Indonesia berasal dari Thailand dan Myanmar, termasuk jaringan yang dikendalikan oleh Dewi Astiti," kata Martinus dalam keterangannya, Senin, 26 Mei 2025.
Baca juga: Siapa Dewi Astuti? Bos Narkoba di Balik Penyitaan 2 Ton Sabu di Kepulauan Riau
Martinus menjelaskan bahwa jaringan narkoba di Myanmar sangat kuat, salah satunya berpusat di daerah Wai Wais, Yangon. Lokasi tersebut diduga menjadi tempat persembunyian Freddy Pratama, buronan kasus narkoba asal Indonesia yang masih aktif dalam jaringan narkoba Asia Tenggara.
"Wai Wais adalah daerah yang tidak bisa dikendalikan oleh pemerintah Myanmar karena menjadi pusat produksi narkoba skala besar dan dilindungi persenjataan canggih," ujarnya.
Beberapa waktu lalu, pemerintah Myanmar dengan bantuan pihak terkait berhasil menyita 200 ribu liter cairan bahan baku narkoba di daerah tersebut.
"Bayangkan jika itu sudah diolah, berapa banyak narkoba yang akan beredar," tambah Martinus.
Kepala BNN juga mengungkapkan bahwa sindikat narkoba internasional ini menggunakan modus transaksi yang tidak biasa, yaitu pembayaran melalui cryptocurrency, bukan uang tunai atau dolar AS.
Sebagai mantan Kepala Detasemen Khusus 88 Anti-Teror, Martinus menegaskan bahwa dirinya tidak akan toleran terhadap anggota BNN yang terlibat dalam peredaran narkoba.
Baca juga: Dewi Astuti Diduga di Balik Penyitaan Sabu 2 Ton di Pelabuhan, BNN: Kami Kejar Sampai Kamboja
"Saya tidak main-main. Jika ada yang terlibat, akan ditindak tegas, bahkan sampai pemecatan," tegasnya.
Martinus, yang merupakan perwira tinggi kelahiran Maluku tahun 1969 ini, berjanji akan memburu semua bandar narkoba hingga ke "lubang semut" sekalipun. Menurut data BNN, sekitar 3,33 juta penduduk Indonesia adalah pengguna sabu-sabu.
"Narkoba adalah masalah kemanusiaan dan hati nurani. Kami akan kejar semua bandar sampai ke ujung dunia," pungkasnya.

Komentar Via Facebook :