Gebrakan Imigrasi Batam: Relaksasi Visa dan Layanan Mudah 1.000 Paspor
Imigrasi Batam bersama Instansi terkait kunjungi loket pembuatan paspor di Grand Batam Mall, Sabtu (17/05/2025) pagi. (foto. batamnews.co.id).
Batam, Batamnews - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menyambut positif kebijakan relaksasi visa dari Direktorat Jenderal Imigrasi, yang semakin memperkuat posisi Kepri sebagai destinasi pariwisata lintas batas (cross-border tourism).
Kebijakan ini diwujudkan melalui regulasi baru yang membebaskan visa kunjungan bagi pemegang Student Pass dan Long Term Visit Pass (LTVP) asal Singapura, khusus untuk wilayah Kepri.
Penyerahan kebijakan tersebut dilakukan dalam acara "Eazy 1000 Passport & Kepri Easy Access" yang digelar di Grand Batam Mall, Batam, pada Sabtu, 17 Mei 2025.
Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Kepri dan Pemerintah Provinsi Kepri.
Baca juga: Polisi Bongkar Agen Prostitusi 'Ladies Company' di Batam, 2 Mucikari Ditangkap
Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang, menyatakan bahwa Kepri kini menjadi satu-satunya provinsi di Indonesia yang memiliki empat skema visa khusus untuk wisatawan asal Singapura.
"Ini adalah kebijakan progresif yang memperkuat daya saing pariwisata perbatasan," ujar Nyanyang.
Adapun empat skema visa khusus tersebut meliputi Bebas visa bagi pemegang Permanent Resident (PR) Singapura, Visa kunjungan 7 hari dengan tarif hanya Rp250, Bebas visa bagi pemegang Student Pass Singapura dan Bebas visa bagi pemegang Long Term Visit Pass (LTVP) Singapura.
Kebijakan ini merupakan bagian dari program Kepri Easy Access, yang dirancang untuk meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan wisatawan.
Program ini mencakup kemudahan layanan imigrasi, pengembangan infrastruktur pintu masuk (pelabuhan dan bandara), serta penyederhanaan prosedur kunjungan.
"Kami ingin menjadikan Kepri sebagai destinasi yang paling mudah diakses, cepat dilalui, dan nyaman dikunjungi," tambah Nyanyang.
Dampak Positif bagi Pariwisata dan Ekonomi Daerah, Langkah ini diproyeksikan memberikan dampak signifikan terhadap Peningkatan arus kunjungan wisatawan asing, Pemulihan sektor pariwisata pascapandemi dan Pertumbuhan ekonomi daerah, terutama di Batam, Bintan, Tanjungpinang, dan Karimun.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Imigrasi Kepri, Ujo Sutojo, menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam membangun ekosistem pariwisata yang inklusif dan berdaya saing.
"Pemerintah Provinsi Kepri juga berkomitmen memperkuat kolaborasi lintas sektor, mendorong kebijakan berbasis inovasi, serta memastikan keberlanjutan dan daya tarik wisata di kawasan perbatasan," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ujo memperkenalkan program Eazy Passport, yang bertujuan memudahkan masyarakat mengurus paspor di luar hari kerja. Program ini menyediakan layanan pembuatan paspor massal sebanyak 1.000 paspor pada 17–18 Mei 2025 di seluruh kantor imigrasi wilayah Kepri.
Program ini sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Kebangkitan Nasional, dengan mengusung tema "Bangkit Indonesiaku, Bangkit Imigrasiku".
"Ini bukan hanya soal dokumen perjalanan, tetapi bagian dari kemudahan pelayanan publik yang mendukung banyak sektor, termasuk pariwisata," kata Ujo.
Komentar Via Facebook :