Imigrasi Batam Luncurkan Desa Binaan dan Gelar Bakti Sosial di Sagulung untuk Cegah TPPO
Penandatanganan Desa Binaan Imigrasi Batam, Rabu (14/05/2025). (foto. batamnews.co.id).
Batam, Batamnews – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam mengambil langkah proaktif dalam pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan meluncurkan program Desa Binaan Imigrasi dan menggelar bakti sosial di Kecamatan Sagulung.
Kegiatan ini dihadiri oleh pejabat pemerintah setempat serta perwakilan Kemenkumham Kepri.
Acara yang berlangsung di Kantor Camat Sagulung tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Kepri, Ujo Sujoto, Kepala Imigrasi Batam, Hajar Aswad, Asisten II Pemerintah Kota Batam, Yusfa Hendri, dan Camat Sagulung, Hafiz.
Dalam sambutannya, Hajar Aswad menegaskan bahwa program Desa Binaan merupakan bentuk kolaborasi antara Imigrasi dan masyarakat untuk memperkuat pengawasan keimigrasian di tingkat akar rumput.
Baca juga: SKK Migas – KKKS Kepri Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Jurnalistik untuk Mahasiswa UPB
"Desa Binaan ini adalah komitmen kami untuk melibatkan masyarakat sebagai mitra aktif—menjadi mata dan telinga dalam pengawasan orang asing sekaligus mencegah praktik TPPO," tegas Hajar.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran kerja ke luar negeri tanpa prosedur resmi.
"Jika ingin bekerja di luar negeri, gunakan jalur yang sah. Jangan sampai menjadi korban perdagangan orang," pesannya.
Kepala Kanwil Kemenkumham Kepri, Ujo Sujoto, menyoroti perubahan modus TPPO yang kini menyasar generasi muda.
"Dulu korban umumnya dari kalangan ekonomi lemah, tetapi sekarang generasi Z yang melek teknologi pun bisa terjebak melalui tipu daya media sosial. Modusnya semakin canggih," ungkap Ujo.
Ia juga menegaskan komitmen Kemenkumham untuk menindak tegas oknum aparat yang terlibat. "Kami tidak akan mentolerir. Siapapun yang terbukti bersalah akan diproses hukum," tegasnya.
Asisten II Pemko Batam, Yusfa Hendri, mengapresiasi inisiatif Imigrasi Batam, mengingat posisi strategis Batam sebagai pintu gerbang internasional.
"Dengan mobilitas tinggi dan letak geografis yang rentan, program seperti ini sangat penting dan perlu diperluas ke wilayah lain," ujar Yusfa.
Baca juga: 9 Jukir Liar Diciduk di Batam, Polisi Sita Uang Rp 1,5 Juta dan Rompi Dishub
Camat Sagulung, Hafiz, berharap program ini menjadi langkah awal terciptanya lingkungan yang lebih aman dan sadar hukum.
"Terima kasih kepada Imigrasi Batam. Semoga dengan Desa Binaan ini, praktik TPPO di Sagulung dapat dicegah," ucapnya.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan bantuan sosial kepada warga dan pembagian paspor bagi masyarakat yang telah menyelesaikan proses administrasi.
Melalui program ini, Imigrasi Batam berharap dapat memperkuat sinergi dengan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan bebas dari perdagangan orang.

Komentar Via Facebook :