Karyawan Warung Kopi 3000 di Batam Dianiaya Brutal OTK Diduga Mabuk, Polisi Lakukan Penyidikan

Karyawan Warung Kopi 3000 di Batam Dianiaya Brutal OTK Diduga Mabuk, Polisi Lakukan Penyidikan

Penyidik Polsek Lubuk Baja melakukan pemeriksaan terhadap terduga pelaku penganiayaan di Warung Kopi 3000, Lubuk Baja, Kota Batam, Selasa (22/04/2025). (foto. batamnews.co.id).

Nurjali

Batam, Batamnews - Seorang karyawan warung kopi bernama Joni (18) menjadi korban penganiayaan brutal oleh orang tak dikenal (OTK) di kawasan Kopi 3000, Lubuk Baja, Kota Batam. 

Kejadian ini terjadi pada Minggu, 20 April 2025 sekitar pukul 05.00 WIB saat Joni sedang menutup warung tempat ia bekerja.  

Aksi kekerasan tersebut terekam jelas oleh kamera pengawas (CCTV). Dalam rekaman, terlihat seorang pria memukuli Joni secara bertubi-tubi, bahkan menginjak tubuh korban hingga tak berdaya. Pelaku diduga dalam pengaruh alkohol saat melakukan aksi tersebut.  

Baca juga: Aksi Dorong-Dorongan Warga vs Polisi di Barelang, Kaca Lobi Nyaris Pecah

Kapolsek Lubuk Baja, Kompol Rangga Primazada, melalui Kanit Reskrim Iptu Noval Adimas Ardianto, membenarkan peristiwa tersebut. Pihak kepolisian telah meminta keterangan dari terduga pelaku.  

Menurut Iptu Noval, insiden berawal saat Joni menolak pesanan nasi goreng dari pelaku karena warung sudah tutup. Pelaku yang tidak terima kemudian meninggalkan lokasi dan kembali bersama seorang teman yang menunggu di atas sepeda motor.  

Pelaku kemudian melambaikan tangan seolah ingin berbicara. Saat Joni mendekat, teman pelaku tiba-tiba menendang perutnya. 

Selanjutnya, pelaku utama memukul wajah, kepala, dan dada Joni berulang kali. Bahkan saat korban sudah terjatuh, pelaku masih menginjak tubuh Joni sebelum korban berhasil melarikan diri dan melaporkan kejadian tersebut.  

Akibat penganiayaan tersebut, Joni mengalami luka serius pada hidung, lebam di mata kiri, mulut, telinga, serta nyeri di dada. Penyidik masih menunggu hasil visum et repertum untuk menentukan tingkat luka dan klasifikasi tindak pidana.  

Baca juga: Protes Penangkapan Warga Teluk Bakau, Massa Geruduk Mapolresta Barelang – Ada Apa?

"Hasil visum akan menentukan apakah kasus ini masuk penganiayaan ringan atau berat. Namun, penyelidikan tetap berjalan sesuai hukum yang berlaku," tegas Iptu Noval.  

Polisi juga mengimbau masyarakat untuk waspada dan tidak melakukan tindakan kekerasan yang mengganggu keamanan. Mereka berkomitmen menindak tegas aksi premanisme dan kekerasan di masyarakat.  

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :