Polisi Investigasi Warnet di Batuampar, GTA Diduga Tunjukkan Konten Dewasa ke Anak-anak
Beberapa anggota Polsek Batuampar, yang sedang memintai keterangan pemilik warnet.
Batam, Batamnews - Jajaran Polsek Batuampar mendatangi sebuah warnet di Tanjung Sengkuang untuk memberikan himbauan kepada pemilik agar tidak memperbolehkan anak-anak di bawah umur bermain di warnet.
Langkah ini diambil setelah beredarnya video viral yang menunjukkan anak-anak bermain Grand Theft Auto (GTA) yang memuat konten berbau pornografi.
Dalam video tersebut, terlihat sejumlah anak-anak asyik bermain GTA di warnet, sementara beberapa lainnya merekam suasana. Tampak dalam permainan, ada adegan wanita tanpa busana yang dilihat oleh anak-anak tersebut.
Baca juga: Tiongkok Bakal Larang Film AS Tayang di Negaranya, Balas Kenaikan Tarif Trump 104%
Kapolsek Batuampar, AKP Amru Abdullah, mengerahkan anggotanya untuk memeriksa warnet yang menjadi lokasi peristiwa. Pemilik warnet mengaku bahwa video tersebut direkam pada Senin malam.
Berdasarkan pemeriksaan CCTV, Amru menyatakan bahwa kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 21.00 WIB, dengan banyak anak-anak masih berada di dalam warnet saat itu.
Namun, pihaknya masih menyelidiki apakah permainan GTA yang dimainkan benar-benar mengandung unsur pornografi.
"Kami masih mendalami permainan tersebut untuk memastikan ada atau tidaknya unsur pornografi," ujar Amru pada Rabu, 9 April 2025 sore.
Amru juga menegaskan bahwa pihaknya akan memeriksa pengunggah video viral tersebut. Jika terbukti melanggar hukum, pengunggah bisa dikenakan sanksi.
"Jika ada pelanggaran hukum, kami akan memproses pengunggah video tersebut," tegasnya.
Baca juga: Warga Tanjungpinang Akhirnya Buka Sendiri Cross Barrier di KM 8 Usai Demo, Ditengah Hujan Deras
Polsek Batuampar berkomitmen untuk terus memantau warnet-warnet di wilayahnya guna mencegah terpaparnya anak-anak di bawah umur pada konten tidak pantas. Pemilik warnet diharapkan lebih ketat dalam mengawasi pengunjung, terutama pada malam hari.
Upaya ini dilakukan demi melindungi anak-anak dari dampak negatif konten dewasa dalam permainan video. Masyarakat juga diimbau untuk lebih waspada dan melaporkan jika menemukan pelanggaran serupa.
Komentar Via Facebook :